Taj Yasin Dinilai Jadi Penggerak Gerakan Shalawat di Jawa Tengah
Taj Yasin Disebut Penggerak Utama Gerakan Shalawat di Jawa Tengah
KONTENSEMARANG.COM – Majelis shalawat yang rutin digelar Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen dinilai menjadi inspirasi berkembangnya gerakan shalawat di berbagai daerah di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dianggap memberi dampak positif bagi penguatan nilai spiritual dan moral masyarakat.
Tokoh PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie, menyebut Taj Yasin sebagai sosok penggerak utama gema shalawat di daerah, melanjutkan tradisi yang pernah digelorakan KH Maimoen Zubaer.
"Saya melihat Gus Yasin ini menjadi penggerak, motor dari gema shalawat di Jawa Tengah, sebagaimana digelorakan Mbah Maemoen," ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Al Ikhlas Bersholawat bersama Al Habib Anis Bin Idrus Syahab dalam rangka Harlah ke-53 PPP di Desa Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu malam (9/2/2026).
Menurutnya, shalawat memiliki peran penting sebagai penopang gerakan moral dan membawa keberkahan dalam kehidupan masyarakat.
"Shalawat adalah kebutuhan umat, dalam menghadapi tantangan, semua amal lebih baik dan sempurna kalau mengumandangkan shalawat," katanya.
Dalam sambutannya, Taj Yasin mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk memperbanyak shalawat dan doa bersama sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Ia mencontohkan kisah Nabi Musa yang berdoa bersama umatnya di ruang terbuka saat menghadapi kemarau panjang.
"Nabi Musa pernah melakukan doa bersama-sama dengan umatnya di alam terbuka saat menghadapi kesulitan karena kemarau yang panjang," ujarnya.
Menurutnya, doa bersama tersebut menjadi momentum taubat sehingga Allah mengabulkan permohonan mereka dengan turunnya hujan. Ia menilai pendekatan spiritual serupa dapat menjadi refleksi bagi masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi berbagai bencana.
"Segala bentuk upaya untuk penanganan dan mitigasi bencana sudah dilakukan. Namun Allah yang menjadi penentunya. Lewat ajaran Nabi Musa untuk mendekat kepada Allah dengan doa bersama, semoga tercapai kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik," katanya.
Kegiatan shalawat bersama Habib Anis Bin Idrus Syahab berlangsung sekitar tiga jam. Meski diguyur gerimis, masyarakat tetap antusias mengikuti acara yang diiringi grup hadroh Baitul Musthofa tersebut. (*)
redaksi