17 Ribu Hektare Sawah Terendam Banjir, DPRD Jateng Desak Pemda Segera Lindungi Petani
Saleh Minta Bantuan Cepat bagi Petani Terdampak Banjir
KONTENSEMARANG.COM - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyoroti meluasnya banjir yang menggenangi ribuan hektare lahan persawahan di sejumlah daerah dan berpotensi memicu gagal panen. Ia mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar kerugian petani dapat ditekan.
Data Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah mencatat sekitar 17 ribu hektare sawah terdampak banjir di beberapa kabupaten, di antaranya Pati, Kudus, Jepara, Demak, Pemalang, hingga Purbalingga.
Dari jumlah tersebut, Kabupaten Pati menjadi wilayah dengan dampak terluas mencapai 6.726 hektare, disusul Jepara 4.166 hektare, serta Kudus 2.110 hektare lahan terendam.
Saleh menilai situasi ini harus ditangani secara serius karena berisiko mengganggu produksi pangan sekaligus menekan pendapatan petani.
“Banjir yang merendam ribuan hektare sawah ini harus menjadi perhatian serius. Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa menyebabkan gagal panen dan merugikan petani,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah bersama instansi terkait segera melakukan pendataan rinci terhadap lahan terdampak, termasuk tingkat kerusakan tanaman dan potensi kerugian yang dialami petani.
Selain pendataan, Saleh mendorong adanya bantuan konkret, seperti penyediaan benih, pupuk, hingga bantuan stimulan lain untuk membantu petani bangkit.
“Petani harus mendapat pendampingan dan bantuan agar bisa segera melakukan pemulihan dan kembali menanam. Jangan sampai mereka menanggung kerugian sendirian,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya langkah pencegahan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang, antara lain melalui perbaikan jaringan irigasi, normalisasi sungai, serta penguatan infrastruktur pengendali banjir di kawasan pertanian.
“Perlu solusi jangka panjang, mulai dari penguatan infrastruktur hingga pengelolaan lingkungan yang lebih baik agar lahan pertanian tetap terlindungi,” ungkap Ketua DPD Golkar Jateng itu.
Saleh berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan dampak banjir sekaligus menjaga ketahanan pangan di Jawa Tengah.
“Pertanian adalah sektor strategis. Ketika petani terlindungi, maka ketahanan pangan daerah juga akan terjaga,” pungkasnya. (*)
redaksi