Program BKK Jateng Bantu Petani, Gubernur Luthfi Dorong Swasembada Pangan Daerah

BPR BKK Jateng dorong kesejahteraan petani lewat akses modal, pendampingan, dan off taker hasil panen. Gubernur Ahmad Luthfi apresiasi program ini.

Aug 28, 2025 - 00:06
Program BKK Jateng Bantu Petani, Gubernur Luthfi Dorong Swasembada Pangan Daerah
Gubernur Ahmad Luthfi

KONTENSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan apresiasi kepada PT BPR BKK Jateng atas inisiatifnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagai BUMD milik Pemprov Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota, BKK Jateng menjalankan program permodalan, pendampingan, hingga mencarikan off taker hasil pertanian agar produksi petani terserap dengan baik.

Menurut Direktur PT BPR BKK Jateng, Koesnanto, program ini telah diterapkan di Kota Magelang dengan mendampingi sekitar 2.000 petani cabai.

Setiap petani menggarap lahan seluas 2.000 m² dengan dukungan modal Rp 16,8 juta hingga Rp 17 juta per petani. Skema pembiayaan menggunakan bunga rendah 0,65% per bulan, dibayarkan setelah panen, dan sudah termasuk perlindungan asuransi.

“Intinya adalah meningkatkan harkat dan martabat petani. Pendapatan petani harus naik, akses terhadap pupuk dan kebutuhan produksi juga harus terjamin,” ujar Koesnanto usai bertemu Gubernur di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (27/8/2025).

Ia menjelaskan, ekosistem yang dibangun melibatkan koperasi petani, BKK Jateng, dinas terkait, serta perusahaan asuransi. Dengan adanya off taker, hasil panen dapat langsung diserap sehingga petani lebih diuntungkan.

Selain Magelang, program serupa mulai diterapkan di Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, hingga Brebes. Fokus utama adalah cabai sebagai komoditas strategis, namun BKK Jateng juga menyiapkan pembinaan untuk produk pertanian lainnya.

“Gubernur mendorong kami agar konsentrasi pada cabai dan produk pangan lain. Targetnya kebutuhan cabai masyarakat Jawa Tengah aman, harga stabil, dan kesejahteraan petani meningkat,” tambah Koesnanto.

Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik program tersebut. Ia menilai langkah BKK Jateng bisa menjadi contoh bagi daerah lain agar kebutuhan bahan pokok dapat terpenuhi secara merata. Menurutnya, swasembada pangan harus dimulai dengan memperkuat sentra produksi unggulan di setiap wilayah.

“Ekosistem yang dibuat BKK Jateng adalah inisiatif yang sangat baik. Kita butuh database produk unggulan supaya distribusi lebih mudah, sehingga kebutuhan pokok di daerah bisa aman dan stabil,” kata Ahmad Luthfi.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, BKK Jateng, koperasi, dan petani, diharapkan ketersediaan bahan pokok di Jawa Tengah terjamin sekaligus meningkatkan taraf hidup petani.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0