Kerusakan serupa juga terjadi pada rumah milik anaknya yang berada tepat di samping kediamannya.
Ketua RT 06, Tugimin, mengatakan dampak proyek tidak hanya berupa kerusakan bangunan.
Warga juga terdampak oleh debu yang cukup tebal serta menurunnya aktivitas ekonomi setelah akses Jalan Gombel Lama ditutup sementara.
Berdasarkan pendataan lingkungan setempat, terdapat 19 rumah milik 16 kepala keluarga yang mengalami keretakan.
Data tersebut telah dilaporkan kepada pihak Kelurahan Tinjomoyo untuk ditindaklanjuti.
โSebelumnya retakan hanya sangat kecil, sekarang ada yang lebarnya sampai beberapa sentimeter. Bahkan ada retakan yang cukup besar hingga bisa dimasuki jari tangan,โ kata Tugimin.
Ia menambahkan, pihak pelaksana proyek telah melakukan pendataan awal terhadap rumah-rumah yang terdampak, termasuk mendokumentasikan kondisi bangunan melalui foto dan sketsa.
Warga berharap ada langkah konkret dari pihak terkait, baik berupa perbaikan maupun kompensasi atas kerusakan yang dialami.
Mereka menilai dampak proyek tidak hanya memengaruhi kondisi rumah, tetapi juga kenyamanan lingkungan sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Ferry Kuntoaji, menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua pekerjaan fisik yang berlangsung bersamaan di kawasan Gombel Lama.