Konten Semarang
Semarang

19 Rumah Warga Tinjomoyo Retak, Proyek Gombel dan Pakuwon Jadi Sorotan

Sebanyak 19 rumah warga di Tinjomoyo mengalami keretakan yang diduga terdampak proyek perbaikan Jalan Gombel Lama dan pematangan lahan di kawasan Gombel.

×
IMG-20260611-WA0083-scaled.jpg

KONTENSEMARANG.COM – Sedikitnya 19 rumah warga di RT 06 RW 05, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, mengalami kerusakan berupa retakan yang kian membesar dalam beberapa bulan terakhir. 

Warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas dua proyek yang tengah berjalan di kawasan Gombel, yakni perbaikan Jalan Gombel Lama dan pekerjaan pematangan lahan untuk pengembangan kawasan komersial Pakuwon.

Kondisi itu menimbulkan keresahan di lingkungan setempat. Selain retakan yang terus bertambah pada bangunan rumah, warga juga mengeluhkan debu dan kebisingan dari aktivitas proyek yang dinilai mengganggu kenyamanan sehari-hari.

Salah satu warga terdampak, Parjono (70), mengatakan kerusakan pada rumahnya tergolong cukup parah.

Retakan muncul di berbagai bagian bangunan, mulai dari ruang tamu, kamar tidur hingga area belakang rumah. Bahkan, sejumlah bagian lantai terlihat menggelembung.

Menurut Parjono, rumahnya memang pernah mengalami retakan ringan karena berada di kawasan yang rawan pergerakan tanah.

Namun sejak proyek-proyek besar berlangsung di sekitar permukiman, kondisi tersebut disebut semakin memburuk.

“Dulu hanya retakan kecil, sekarang semakin lebar dan jumlahnya bertambah. Ada bagian tembok yang mulai rapuh sehingga membuat kami khawatir,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Ia juga mengaku sering merasakan getaran, terutama saat musim hujan dan ketika alat berat masih beroperasi hingga malam hari.

Karena itu, ia rutin memeriksa kondisi rumah untuk memastikan tidak muncul kerusakan baru.

Kerusakan serupa juga terjadi pada rumah milik anaknya yang berada tepat di samping kediamannya.

Ketua RT 06, Tugimin, mengatakan dampak proyek tidak hanya berupa kerusakan bangunan.

Warga juga terdampak oleh debu yang cukup tebal serta menurunnya aktivitas ekonomi setelah akses Jalan Gombel Lama ditutup sementara.

Berdasarkan pendataan lingkungan setempat, terdapat 19 rumah milik 16 kepala keluarga yang mengalami keretakan.

Data tersebut telah dilaporkan kepada pihak Kelurahan Tinjomoyo untuk ditindaklanjuti.

“Sebelumnya retakan hanya sangat kecil, sekarang ada yang lebarnya sampai beberapa sentimeter. Bahkan ada retakan yang cukup besar hingga bisa dimasuki jari tangan,” kata Tugimin.

Ia menambahkan, pihak pelaksana proyek telah melakukan pendataan awal terhadap rumah-rumah yang terdampak, termasuk mendokumentasikan kondisi bangunan melalui foto dan sketsa.

Warga berharap ada langkah konkret dari pihak terkait, baik berupa perbaikan maupun kompensasi atas kerusakan yang dialami.

Mereka menilai dampak proyek tidak hanya memengaruhi kondisi rumah, tetapi juga kenyamanan lingkungan sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Ferry Kuntoaji, menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua pekerjaan fisik yang berlangsung bersamaan di kawasan Gombel Lama.

Pekerjaan pertama adalah perbaikan Jalan Gombel Lama yang menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta.

Sementara pekerjaan kedua berupa pematangan lahan di sisi barat kawasan untuk kebutuhan pengembangan area komersial oleh pihak swasta.

Ferry menegaskan, aktivitas yang berlangsung saat ini masih berupa penguatan stabilitas tanah dan belum memasuki tahap pembangunan gedung.

Menurutnya, kedua pekerjaan tersebut dilakukan secara terintegrasi agar sistem drainase jalan nasional dapat selaras dengan konstruksi pengamanan lereng yang sedang dikerjakan.

Sebagai upaya mitigasi, kawasan Gombel telah dipantau menggunakan alat pemantau pergerakan tanah seperti inclinometer dan piezometer yang dipasang di 20 titik sejak dua tahun lalu.

“Pemantauan kondisi tanah terus dilakukan secara berkala sehingga potensi pergerakan tanah dapat diketahui lebih dini dan langkah antisipasi bisa segera dilakukan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan yang sedang berjalan saat ini merupakan proyek perbaikan jalan dan pematangan lahan, bukan pembangunan pusat perbelanjaan seperti yang banyak dipersepsikan masyarakat. (*)

Menampilkan semua halaman artikel.