Salah satu upayanya dilakukan melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Siapa yang paling banyak mengangkat PPPK guru di Indonesia? Jawa Tengah paling banyak untuk mensejahterakan gurunya," kata Taj Yasin.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah guru PPPK di bawah naungan Pemprov Jawa Tengah mencapai 17.662 orang. Selain itu, terdapat 2.954 guru PPPK paruh waktu.
Menurut Gus Yasin, status sebagai PPPK memberikan dampak terhadap kesejahteraan guru, bukan hanya melalui gaji pokok, tetapi juga tambahan penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Perhatian pemerintah juga mencakup guru nonformal. Pemprov Jateng tetap memberikan insentif kepada guru agama yang mengajar di pondok pesantren maupun madrasah.
"Sejak lima tahun yang lalu guru-guru agama kita beri insentif. Sampai hari ini kita masih mempertahankan insentif itu di saat ekonomi kita tidak baik-baik saja. Kita enggak mengurangi satu persen pun," ujarnya.
Gus Yasin menilai guru nonformal merupakan kelompok yang perlu terus mendapat perhatian. Sebagian dari mereka masih menerima penghasilan terbatas meski memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat.
Karena itu, pemberian insentif dipertahankan sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap pengabdian para guru nonformal.
Ia juga menyambut positif aspirasi mahasiswa UIN Walisongo yang meminta agar perhatian terhadap kesejahteraan guru semakin diperkuat, termasuk melalui kebijakan di tingkat pemerintah pusat.
Setelah kegiatan berlangsung, Gus Yasin turut mengapresiasi keberanian mahasiswa baru dalam menyampaikan persoalan yang mereka anggap penting.