Menurutnya, kritik dan aspirasi mahasiswa dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Saya senang. Saya ucapkan terima kasih kepada UIN, mahasiswanya yang kritis, menyampaikan aspirasi untuk kemasyarakatan," katanya.
Ia memastikan aspirasi mengenai kesejahteraan guru akan terus dikawal, baik melalui kebijakan pemerintah provinsi maupun komunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
"Guru harus sejahtera, guru harus dipikirkan. Ini akan kita kawal bersama-sama," ujar Taj Yasin.
Bagi Gus Yasin, persoalan kesejahteraan guru tidak hanya berkaitan dengan pendapatan. Kondisi guru juga berkaitan erat dengan kualitas pendidikan dan masa depan sumber daya manusia Indonesia.
"Saya sepakat bahwa pendidikan adalah pintu kemajuan Negara Republik Indonesia ini," pungkasnya. (*)