Jawa Tengah Perkuat Peran sebagai Motor Diplomasi Budaya Indonesia

Jawa Tengah Perkuat Peran sebagai Motor Diplomasi Budaya Indonesia
Jawa Tengah Perkuat Peran sebagai Motor Diplomasi Budaya Indonesia

KONTENSEMARANG.COM — Jawa Tengah dinilai memiliki beragam potensi budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan diplomasi Indonesia di tingkat global. 

Melalui sektor budaya, pariwisata, serta kerja sama internasional, provinsi ini berpeluang memperkuat diplomasi soft power yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Heru Subolo, menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki keunggulan lengkap, mulai dari produk unggulan hingga kekayaan budaya dan destinasi wisata.

Ia juga mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang aktif mempromosikan potensi daerahnya layaknya seorang manajer pemasaran.

Upaya tersebut dinilai efektif dan akan didukung oleh Kementerian Luar Negeri untuk percepatan pengembangannya.

Selain itu, Jawa Tengah telah menjalin berbagai kerja sama internasional melalui skema sister province dan sister city dengan sejumlah daerah di luar negeri.

Jaringan kerja sama ini dinilai sebagai fondasi kuat yang dapat terus diperluas.

Ke depan, kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri, pemerintah provinsi, serta perwakilan Indonesia di luar negeri diharapkan semakin mempermudah promosi, peningkatan kapasitas, hingga pengembangan kerja sama lainnya.

Heru menekankan, diplomasi soft power berfokus pada nilai-nilai budaya yang mampu memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Indonesia diharapkan dikenal bukan karena kekuatan militer, melainkan melalui kekayaan budaya yang mencerminkan keharmonisan, keindahan, dan kedamaian.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki seluruh elemen tersebut, sehingga menjadi mitra penting dalam upaya memperkuat diplomasi berbasis budaya.

Sementara itu, Ahmad Luthfi menyambut baik arahan dari Kementerian Luar Negeri terkait pengembangan diplomasi soft power.

Ia melihat hal tersebut sebagai peluang strategis, terutama karena Jawa Tengah tengah diarahkan menjadi pusat investasi.

Ia berharap Kementerian Luar Negeri dapat berperan sebagai penghubung dalam memperluas peluang investasi, baik di sektor budaya, perdagangan, maupun pariwisata.

Untuk itu, Pemprov Jawa Tengah akan meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan Kementerian Luar Negeri, termasuk memanfaatkan jaringan perwakilan Indonesia di luar negeri.

Selain itu, keterlibatan diaspora Indonesia di berbagai negara juga dinilai penting dalam mendukung promosi produk daerah, khususnya produk UMKM yang telah menembus pasar ekspor, agar semakin berkembang di pasar global. (*)