Kolaborasi Ansor, Banser, dan KNPI Dirikan Posko Mudik, Wali Kota Semarang Beri Apresiasi
KONTENSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menghadiri peresmian Posko Mudik Lebaran yang dibangun oleh GP Ansor dan Banser Kota Semarang di kawasan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, pada Senin (16/3) malam.
Posko ini merupakan hasil kolaborasi GP Ansor, Banser, dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang untuk melayani para pemudik yang melintas di jalur Pantura wilayah barat kota.
Acara tersebut turut dihadiri pengurus GP Ansor dan Banser dari tingkat wilayah hingga kota, para relawan, tokoh masyarakat, serta Ketua DPD KNPI Kota Semarang Yohana Citra Mahardhika beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Agustina mengapresiasi inisiatif para relawan yang menghadirkan fasilitas bagi pemudik selama arus mudik dan balik Lebaran.
“Posko mudik menjadi salah satu tempat yang dicari oleh para pemudik. Fasilitas sederhana seperti tempat beristirahat, minuman hangat, atau sekadar tempat singgah sangat berarti bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh,” kata Agustina.
Posko yang beroperasi mulai 16 hingga 21 Maret 2026 tersebut menyediakan sejumlah fasilitas, seperti area transit, tenda istirahat, tempat parkir, serta layanan informasi perjalanan.
Para relawan dari Ansor dan Banser akan bertugas secara bergantian selama masa operasional.
Peran pemuda juga turut dilibatkan dalam pengelolaan posko ini.
KNPI Kota Semarang dijadwalkan ikut mendukung operasional melalui keterlibatan pengurus dan relawan yang bertugas bersama Ansor dan Banser secara bergiliran.
Agustina menilai sinergi lintas organisasi ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Kota Semarang dalam memberikan pelayanan kepada pemudik.
Ia menambahkan, arus mudik tahun ini diperkirakan meningkat, sementara Kota Semarang menjadi titik strategis di jalur Pantura sekaligus gerbang Tol Trans Jawa yang dilalui jutaan kendaraan setiap musim mudik.
“Banyak pemudik yang singgah di Kota Semarang, baik untuk beristirahat maupun sekadar mencari informasi perjalanan. Karena itu posko mudik seperti ini memiliki peran penting untuk membantu mereka,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Semarang terus memastikan kesiapan berbagai aspek menjelang Lebaran, mulai dari infrastruktur jalan, layanan transportasi, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Namun, Agustina menegaskan bahwa kelancaran arus mudik tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga membutuhkan peran aktif masyarakat dan organisasi.
“Peran masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan relawan sangat penting. Kehadiran Ansor, Banser, dan teman-teman KNPI dalam posko mudik ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat di Kota Semarang,” katanya.
Posko tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat istirahat, tetapi juga diharapkan menjadi ruang pelayanan kemanusiaan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.
Agustina berharap keberadaan posko mudik hasil kolaborasi tersebut dapat memberikan pengalaman positif bagi para pemudik yang melintasi Kota Semarang.
“Ketika para pemudik melihat ada relawan yang menyambut dengan ramah dan membantu perjalanan mereka, maka mereka akan merasakan keramahan Kota Semarang. Hal-hal sederhana seperti inilah yang membuat kota ini selalu dirindukan untuk dikunjungi kembali,” tuturnya. (*)
redaksi