Puncak Festival Mudik 2026, Puluhan Balon Udara Meriahkan Langit Wonosobo
KONTENSEMARANG.COM – Alun-Alun Wonosobo dipadati ribuan warga yang menyaksikan kemeriahan Puncak Festival Mudik 2026, Minggu (29/3/2026).
Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian Festival Balon Udara Tradisional yang sebelumnya digelar di 23 titik sejak 22 Maret 2026.
Festival balon udara tambat ini merupakan penyelenggaraan kelima sejak pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan festival tahun ini.
Ia menyebut, kesuksesan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, sektor swasta, hingga dukungan sejumlah instansi seperti Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Pariwisata RI, Badan Otorita Borobudur, AirNav Indonesia, AirNav YIA Yogyakarta, PLN, Disbudpar Jateng, Polres Wonosobo, Kodim 0707 Wonosobo, serta instansi lainnya.
“Festival Balon Udara Tradisional Wonosobo bukan sekadar atraksi, melainkan warisan budaya yang telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum RI sejak 2025. Dengan manajemen yang semakin matang, kami optimistis event ini layak naik kelas ke level dunia,” ungkap Fahmi.
Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan kunjungan wisatawan selama periode Lebaran. Pada 22–28 Maret tercatat lebih dari 300 ribu wisatawan berkunjung ke Wonosobo.
Sementara pada puncak festival, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 40 ribu hingga 50 ribu orang, termasuk sekitar 500 wisatawan mancanegara dari berbagai negara seperti Pakistan, India, Palestina, Prancis, Italia, Belanda, Amerika Serikat, Kanada, Belgia, Thailand, Malaysia, Filipina, Jepang, Korea Selatan, China, Afrika Selatan, dan Australia.
Fahmi juga menjelaskan, peserta dari kawasan Amerika Latin batal hadir akibat dampak konflik AS-Iran yang menghambat penerbangan, termasuk penutupan Bandara Qatar.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Wonosobo sekaligus Koordinator Festival Mudik 2026, Fatonah Ismangil, menilai kesuksesan festival tidak hanya dilihat dari tingginya jumlah pengunjung, tetapi juga dari pengelolaan acara yang semakin baik.
Ia menyebutkan, sekitar 1.200 balon udara mengikuti tahap seleksi awal.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 balon tambat terpilih untuk ditampilkan pada puncak acara.
Fatonah juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat melalui kegiatan ini.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan terkelola dengan baik, mulai dari rekayasa lalu lintas, kebersihan lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi melalui bazar UMKM dan PKL,” lanjut Fatonah. (*)
redaksi