Konten Semarang
Regional

Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi Percepat Penurunan Stunting Jateng

Stunting Jateng mencapai 9,93 persen pada triwulan II 2026. Ahmad Luthfi mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting.

Stunting Jateng mencapai 9,93 persen pada triwulan II 2026. Ahmad Luthfi mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting.
Stunting Jateng mencapai 9,93 persen pada triwulan II 2026. Ahmad Luthfi mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting.

Data triwulan II tahun 2026 menunjukkan prevalensi stunting Jawa Tengah berada di angka 9,93 persen. Angka prevalensi tersebut terus mengalami tren penurunan sejak 2024.

Meski demikian, kondisi antardaerah masih menunjukkan adanya kesenjangan atau disparitas. Sejumlah kabupaten masih memiliki prevalensi stunting yang lebih tinggi dibandingkan angka rata-rata Jawa Tengah.

Wonosobo tercatat memiliki prevalensi stunting sebesar 18,05 persen. Kemudian Purworejo mencapai 16,62 persen, Banjarnegara 16,24 persen, Kabupaten Magelang 15,82 persen, serta Kabupaten Tegal sebesar 15,59 persen.

Pada saat yang sama, terdapat daerah yang sudah mencatat angka di bawah 10 persen. Kabupaten Demak, misalnya, memiliki prevalensi stunting sebesar 2 persen.

"Penurunan stunting di Jawa Tengah bervariasi antardaerah dan disparitasnya masih cukup tinggi. Kalau rata-rata prevalensi stunting di Jawa Tengah sudah 9,93%," ujarnya.

Perhatian pada Kualitas SDM

Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumberdaya Manusia Setwapres Eddy Cahyono Sugiarto mengatakan, pelaksanaan rapat koordinasi teknis (rakortek) percepatan penurunan stunting dan advokasi pencegahan di Kota Semarang merupakan tindak lanjut atas perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM).

Eddy menjelaskan, penanganan stunting menjadi salah satu pilar dalam pembangunan SDM. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan upaya bersama dalam menurunkan angka stunting.

"Salah satu pilar pembangunan SDM ini adalah penanganan stunting. Jadi kita harus siapkan generasi emas Indonesia. Kita ingin pastikan seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama dan berkolaborasi untuk menurunkan stunting," katanya usai bertemu Ahmad Luthfi.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting secara nasional telah turun dari 21,5 persen menjadi 19,8 persen.

Adapun target yang ditetapkan untuk 2029 berada di sekitar 15 persen. Dengan target tersebut, diperlukan kerja keras agar penurunan angka stunting dapat terus dilakukan.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

Pemprov Jateng siapkan tenaga pengemudi terampil untuk Jepang melalui kerja sama dengan 3EEE Inc Japan saat kebutuhan tenaga kerja meningkat
Regional • 22 September 2026

Pemprov Jateng Gandeng 3EEE Siapkan Tenaga Pengemudi Andal untuk Jepang

Rekomendasi Redaksi