Program Jambanisasi Berjalan Bersama Pemulihan Mangrove
Sriyanto menerangkan, pembangunan fasilitas sanitasi akan diupayakan menjadi bagian dari kegiatan rehabilitasi mangrove. Dengan demikian, wilayah yang menjadi sasaran pemulihan ekosistem juga mendapat perhatian dalam pemenuhan kebutuhan jamban bagi penduduknya.
"Di mana itu ada kegiatan untuk pemulihan mangrove, di situ juga nanti kita akan ada proyek jambanisasi. Kita harap kita seiring sejalan," katanya.
Ia menegaskan, kerja sama lintas lembaga diperlukan agar penataan kawasan pesisir memberikan hasil yang menyeluruh. Menurutnya, pemulihan lingkungan tidak cukup hanya menyasar ekosistem, tetapi juga perlu disertai perbaikan kondisi permukiman dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Kepala BPGMN, Prof. Satyawan Pudyatmoko, turut menyoroti pentingnya sanitasi dasar dalam mendukung kesehatan warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Saat mengunjungi Desa Kartika Jaya, pihaknya juga melihat langsung fasilitas sanitasi yang tersedia. Peninjauan tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merancang pelaksanaan program di wilayah lain.
"Untuk lebih menjaga kesehatan warga pesisir, maka program sanitasi seperti pembuatan MCK ini juga menjadi salah satu program yang akan kita kerjakan tentu saja bersama-sama dengan pemerintah daerah, dengan desa, filantropi misalnya dan juga dengan kementerian-kementerian lain," kata Prof. Satyawan.
Satyawan menjelaskan, kondisi dan kebutuhan sanitasi di setiap daerah tidak selalu sama. Berdasarkan keterangan kepala desa, sebagian besar kebutuhan MCK di Desa Kartika Jaya telah terpenuhi. Meski demikian, masih ada dua kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
Oleh sebab itu, pemetaan kondisi di lapangan menjadi langkah penting sebelum pemerintah menetapkan jumlah maupun jenis fasilitas sanitasi yang akan dibangun. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Akses Sanitasi Layak sebagai Dasar Peningkatan Kualitas Hidup