Konten Semarang
Regional

Pemprov Jateng Gandeng 3EEE Siapkan Tenaga Pengemudi Andal untuk Jepang

Pemprov Jateng siapkan tenaga pengemudi terampil untuk Jepang melalui kerja sama dengan 3EEE Inc Japan saat kebutuhan tenaga kerja meningkat

Pemprov Jateng siapkan tenaga pengemudi terampil untuk Jepang melalui kerja sama dengan 3EEE Inc Japan saat kebutuhan tenaga kerja meningkat
Pemprov Jateng siapkan tenaga pengemudi terampil untuk Jepang melalui kerja sama dengan 3EEE Inc Japan saat kebutuhan tenaga kerja meningkat

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan tenaga kerja terampil untuk memenuhi kebutuhan pengemudi di Jepang. Langkah tersebut menjadi tindak lanjut kerja sama antara Pemprov Jateng dengan 3EEE Inc Japan.

Rencana penyiapan Tenaga Kerja tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima audiensi CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka dan Head of the President’s Office Hideo Mori di Kota Semarang, Senin, 21 September 2026.

“Nanti dinas pendidikan dan dinas tenaga kerja akan mendiskusikan dengan 3EEE Inc Japan,” kata Ahmad Luthfi.

Menurut Luthfi, persiapan calon pekerja untuk Jepang akan dilakukan sejak tahap pendidikan vokasi dan kejuruan. Pembekalan tersebut salah satunya mencakup tambahan pembelajaran bahasa Jepang sesuai dengan level yang dibutuhkan untuk bekerja di negara tersebut.

Pemprov Jateng juga membuka ruang kolaborasi bersama 3EEE dalam bidang pendidikan bahasa. Melalui kerja sama itu, kemampuan calon tenaga kerja diharapkan dapat disesuaikan dengan standar perusahaan maupun kebutuhan industri transportasi di Jepang.

Tidak hanya kemampuan berbahasa, calon pekerja juga akan mendapatkan pembekalan yang berkaitan dengan kompetensi sebagai Pengemudi. Materinya meliputi keterampilan teknis, keselamatan transportasi, eco-driving, pemahaman terhadap regulasi, hingga pelayanan kepada penumpang.

Kebutuhan tenaga kerja di Jepang juga menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut terlihat dari jumlah pekerja migran asal Jawa Tengah yang ditempatkan di Jepang.

Pada 2024, jumlah pekerja migran asal Jawa Tengah yang ditempatkan di Jepang tercatat sebanyak 3.760 orang. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 5.712 orang pada 2025 atau naik sekitar 52 persen.

Pemerintah Dilibatkan dalam Penyiapan Pekerja

Head of the President’s Office 3EEE Inc Hideo Mori mengatakan, keterlibatan pemerintah diperlukan dalam proses penyiapan hingga penempatan tenaga kerja. Menurut dia, peran pemerintah dibutuhkan agar seluruh proses memiliki mekanisme yang jelas dan memberikan kepastian kepada calon pekerja.

“Program seperti ini perlu dijalankan bersama dengan pemerintah. Kalau pemerintah tidak ikut terlibat, akan sulit menentukan aturan atau mekanismenya,” kata Mori.

Selain mekanisme penempatan, koordinasi antara pihak terkait juga diperlukan untuk menjembatani informasi mengenai visa serta ketentuan bekerja di Jepang.

Mori menyebut pembahasan mengenai kerja sama tersebut perlu segera ditindaklanjuti. Hal itu berkaitan dengan kondisi Jepang yang saat ini menghadapi kekurangan tenaga kerja.

“Kekurangan tenaga kerja memang merupakan kondisi yang sedang terjadi sekarang. Karena itu, pembahasan seperti ini perlu dilakukan dan diputuskan secepat mungkin,” katanya.

Demografi Jepang Pengaruhi Kebutuhan Tenaga Kerja

Sementara itu, CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Jepang berkaitan dengan perubahan demografi yang terjadi di negara tersebut.

Saat ini, populasi Jepang berada di angka sekitar 120 juta orang. Jumlah tersebut diperkirakan akan mengalami penurunan hingga kurang dari 100 juta setelah 2040.

Di tengah perubahan tersebut, sekitar 40 persen populasi Jepang diperkirakan berada dalam kelompok lanjut usia.

Tanaka juga melihat adanya manfaat lain dari program penempatan pekerja asal Indonesia ke Jepang. Setelah memperoleh pengalaman selama bekerja di Jepang, para pekerja dapat membawa kembali pengetahuan dan praktik maju yang diperoleh selama berada di negara tersebut.

“Setelah memperoleh pengalaman di Jepang, mereka dapat membawa pulang pengetahuan maupun praktik maju dari Jepang dan memanfaatkannya untuk pembangunan Indonesia di masa depan,” kata Tanaka. (*)

Dengan adanya kerja sama tersebut, penyiapan tenaga kerja dilakukan melalui pendidikan vokasi dan kejuruan, pembelajaran bahasa Jepang, serta pelatihan kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja sebagai pengemudi di Jepang.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Stunting Jateng mencapai 9,93 persen pada triwulan II 2026. Ahmad Luthfi mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting.
Regional • 22 September 2026

Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi Percepat Penurunan Stunting Jateng

Rekomendasi Redaksi