Gerakan Pengumpulan Jelantah Libatkan 35 Kabupaten/Kota
Ketua Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan kegiatan pengumpulan minyak jelantah telah menjangkau seluruh 35 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Partisipasi ASN dan pegawai BUMD menjadi salah satu penggerak program yang berhasil mengumpulkan lebih dari 31 ribu liter minyak goreng bekas.
Menurut Nawal, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pencapaian rekor, tetapi terus dikembangkan agar dapat melibatkan masyarakat secara lebih luas.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kerja sama dengan dunia usaha untuk mendukung penyediaan fasilitas pengumpulan minyak jelantah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat menyalurkan limbah minyak goreng dari rumah tangga.
Selain mendukung pengelolaan lingkungan, pengembangan fasilitas pengumpulan juga diarahkan agar minyak jelantah memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat yang menyetorkannya.
ATM Biodrop Disiapkan, Minyak Jelantah Bisa Jadi Rupiah
Nawal menjelaskan, salah satu inovasi yang disiapkan melalui kerja sama dengan dunia usaha adalah mesin ATM biodrop.
Fasilitas tersebut dirancang untuk memungkinkan masyarakat menyetorkan minyak jelantah dan memperoleh nilai rupiah dari minyak yang dikumpulkan.
Melalui mekanisme yang direncanakan, nilai penyetoran akan ditransfer ke rekening masing-masing warga.
Pengembangan ATM biodrop untuk pengumpulan minyak jelantah diharapkan dapat menjadi sarana yang lebih praktis bagi masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.