Karena itu, Taj Yasin mendorong agar peran Posyandu tidak hanya terbatas pada kegiatan pelayanan kesehatan.
Posyandu juga diharapkan dapat menjadi tempat masyarakat memperoleh informasi dan pendampingan dalam mengakses program perlindungan sosial.
Kader Posyandu Dilatih Menggunakan Aplikasi Perlinsos
Nawal Arafah Yasin menjelaskan, Program Pandu Tangguh bagi kader Posyandu akan dilaksanakan melalui penguatan kapasitas dan pelatihan penggunaan aplikasi Perlinsos.
Pelatihan tersebut direncanakan menjangkau kader Posyandu di 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.
Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu membantu warga yang mengalami kendala dalam mengakses program perlindungan sosial.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah ketidaksesuaian data desil kesejahteraan dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Data desil digunakan untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Ketika data yang tercatat dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, warga membutuhkan informasi mengenai mekanisme yang dapat ditempuh untuk mengajukan perbaikan.
Kader Posyandu diharapkan dapat mendampingi masyarakat dalam memahami prosedur tersebut, termasuk ketika mengajukan sanggahan berkaitan dengan bantuan sosial.
Dengan pendampingan tersebut, masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses layanan digital diharapkan memperoleh bantuan langsung dari kader.
Penguatan kapasitas Posyandu juga menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kepada kelompok rentan.