Luthfi menegaskan bahwa sikap diam ketika terjadi kekerasan harus diubah melalui keberanian melapor dan kepedulian terhadap sesama.
“Kepada para santri, jangan takut, jangan diam, dan jangan malu untuk melapor apabila mengalami atau melihat kekerasan maupun perundungan. Kenali hak kalian, saling menjaga, dan berani menjadi pelapor. Budaya diam harus kita putus bersama,” pesannya.
Menurutnya, upaya membangun lingkungan pesantren yang aman membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pendidikan.
Orang tua dan pengasuh pesantren juga diminta memberikan pendampingan serta keteladanan kepada para santri.
Melalui perhatian bersama, pesantren diharapkan benar-benar menjadi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Tiga Pesan Ahmad Luthfi untuk Santri Menuju Indonesia Emas 2045
Selain menyampaikan enam program Pesantren Obah, Ahmad Luthfi memberikan tiga pesan penting kepada para santri dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut berkaitan dengan penguatan ilmu pengetahuan, pembentukan akhlak, serta peningkatan kemandirian dan kepedulian sosial.
Perkuat Ilmu Agama, Sains, dan Teknologi
Pesan pertama adalah pentingnya mengembangkan kemampuan keilmuan secara seimbang.
Luthfi meminta para santri tetap mendalami kitab kuning sebagai bagian dari tradisi keilmuan pesantren.
Namun, penguasaan ilmu agama juga perlu diimbangi dengan kemampuan memahami sains, teknologi, dan literasi digital.