Melalui penguasaan keterampilan dan kepedulian sosial, santri diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan tempat mereka berada.
“Saya berharap santri Jawa Tengah tumbuh menjadi generasi yang kuat ilmu agamanya, luas wawasannya, mulia akhlaknya, mandiri, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Pesantren Obah Diharapkan Perkuat Generasi Santri Jawa Tengah
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan pengembangan pesantren sebagai salah satu bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan keberadaan 5.451 pondok pesantren dan sekitar 555 ribu santri, pemerintah menilai lingkungan pesantren memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Melalui enam program Pesantren Obah, dukungan pemerintah mencakup berbagai aspek kebutuhan pesantren, mulai dari kesejahteraan guru agama hingga peningkatan akses pendidikan tinggi.
Selain itu, bantuan hibah dan renovasi fasilitas pendidikan juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki sarana pembelajaran.
Sementara penguatan perlindungan santri diarahkan agar lingkungan pesantren dapat terbebas dari kekerasan, perundungan, dan pelecehan seksual.
Ahmad Luthfi berharap seluruh program tersebut dapat mendukung lahirnya generasi santri yang memiliki penguasaan ilmu agama, kemampuan akademik, akhlak, serta kemandirian.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat perjuangan santri harus terus dijaga dan diwujudkan melalui kontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Menurutnya, perjuangan santri pada masa lalu yang dilakukan melalui perlawanan terhadap penjajahan perlu dilanjutkan dengan pengabdian dan karya nyata pada masa sekarang.