Konten Semarang
Regional

5.427 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Jateng Beroperasi

Ahmad Luthfi meninjau KDMP di Boyolali dan Semarang. Dari 8.523 koperasi di Jateng, 5.427 beroperasi dan diminta menyerap produk UMKM lokal.

Ahmad Luthfi meninjau KDMP di Boyolali dan Semarang. Dari 8.523 koperasi di Jateng, 5.427 beroperasi dan diminta menyerap produk UMKM lokal.
Ahmad Luthfi meninjau KDMP di Boyolali dan Semarang. Dari 8.523 koperasi di Jateng, 5.427 beroperasi dan diminta menyerap produk UMKM lokal.
Foto: Humas Prov Jateng

KONTENSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pengelola Koperasi Merah Putih tidak hanya berfokus pada kegiatan jual beli kebutuhan pokok, tetapi juga berperan dalam mengembangkan potensi ekonomi desa. Koperasi diharapkan mampu menjadi pembeli hasil produksi masyarakat sekaligus mendukung penguatan swasembada pangan.

Arahan tersebut disampaikan Luthfi saat meninjau operasional KDMP Jawa Tengah di dua lokasi, yakni Koperasi Desa Merah Putih Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, dan Koperasi Desa Merah Putih Banyudono, Kabupaten Boyolali, Selasa (20/10/2026).

Dalam kunjungannya, Luthfi menekankan pentingnya memperkenalkan keberadaan koperasi kepada masyarakat agar fasilitas yang telah dibangun benar-benar dimanfaatkan oleh warga desa.

Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih merupakan aset desa yang harus dijaga, dirawat, dan dikelola untuk kepentingan masyarakat.

Karena itu, pengurus koperasi diminta aktif menyampaikan informasi kepada warga mengenai layanan dan produk yang tersedia, termasuk penjualan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

"KDMP adalah aset desa, jadi harus dirawat, masyarakat harus diworo-woro atau dikasih tahu kalau sudah operasional. Masyarakat harus tahu bahwa ini juga untuk kepentingan desa. Informasikan kalau di KDMP itu menjual bahan pokok penting dengan harga murah," kata Ahmad Luthfi usai peninjauan di dua lokasi tersebut.

Luthfi Minta Koperasi Merah Putih Aktif Dikenalkan kepada Warga

Ahmad Luthfi menilai keberhasilan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan maupun kelengkapan fasilitas.

Pengelolaan koperasi juga perlu didukung komunikasi yang baik dengan masyarakat agar warga mengetahui manfaat dan layanan yang dapat mereka peroleh.

Ia meminta pengurus tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi juga aktif memperkenalkan keberadaan koperasi yang telah menjalankan kegiatan usaha.

Informasi mengenai produk yang dijual, terutama kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, perlu disampaikan secara luas kepada warga sekitar.

Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan koperasi sebagai salah satu pilihan tempat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Selain itu, Luthfi mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas koperasi mengingat keberadaannya merupakan aset desa.

Pengelolaan yang baik diharapkan membuat fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Koperasi yang Sudah Beroperasi Diminta Jadi Tempat Belajar

Dalam peninjauan tersebut, Luthfi juga menyoroti pentingnya berbagi pengalaman antara koperasi yang sudah menjalankan kegiatan usaha dan koperasi yang masih dalam tahap persiapan.

Menurutnya, KDMP yang telah beroperasi dapat dijadikan contoh bagi pengelola koperasi lain dalam mempersiapkan kegiatan usaha.

Pembelajaran tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola organisasi, sistem kerja, hingga pengembangan kerja sama dengan pelaku usaha lokal.

Salah satu bentuk kerja sama yang dapat dipelajari adalah sistem konsinyasi atau penitipan produk UMKM untuk dipasarkan melalui gerai koperasi.

Melalui sistem tersebut, koperasi dapat menjalin hubungan usaha dengan pelaku UMKM setempat dalam memasarkan produk mereka.

Luthfi meminta para manajer dan pengurus koperasi yang belum beroperasi untuk memanfaatkan kesempatan belajar dari unit usaha yang sudah berjalan.

"Manajer-manajer dan pengurus yang KDMP-nya belum beroperasi bisa belajar ke sini yang sudah operasional. Jangan sampai yang belum beroperasi manajernya nganggur," katanya.

Ia berharap pengelola koperasi yang masih mempersiapkan operasional dapat mulai mempelajari berbagai kebutuhan usaha, sehingga memiliki gambaran mengenai langkah yang harus dilakukan.

Koperasi Merah Putih Didorong Perkuat Swasembada Pangan

Selain menyediakan barang kebutuhan masyarakat, Luthfi menekankan pentingnya peran Koperasi Desa Merah Putih dalam mendukung swasembada pangan.

Menurutnya, setiap desa memiliki potensi ekonomi dan kearifan lokal yang berbeda-beda. Karena itu, pengembangan usaha koperasi perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Koperasi diharapkan dapat membantu mengembangkan potensi tersebut melalui kegiatan usaha yang berkaitan dengan kebutuhan dan hasil produksi masyarakat.

Salah satu peran yang ditekankan adalah menjadikan koperasi sebagai pembeli produk lokal dan UMKM, termasuk hasil pangan yang diproduksi warga desa.

Dengan menjalankan fungsi sebagai off taker atau pembeli, koperasi diharapkan dapat menjadi bagian dari kegiatan pemasaran hasil produksi masyarakat.

"Potensi desa harus digalang, KDMP merupakan off taker daripada produk-produk desa, termasuk di dalamnya adalah hasil pangan dan UMKM," katanya.

Arahan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan koperasi tidak hanya diarahkan pada penyediaan barang untuk konsumen.

Koperasi juga diharapkan menjadi sarana yang mendukung pemasaran produk masyarakat dan memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa.

Sebanyak 5.427 Koperasi Merah Putih di Jateng Telah Beroperasi

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah per 19 Oktober 2026, jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah terbentuk mencapai 8.523 unit.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 5.427 koperasi atau sekitar 63 persen dalam data yang dilaporkan telah menjalankan kegiatan operasional.

Sementara itu, sebanyak 3.096 koperasi atau sekitar 37 persen lainnya masih berada dalam tahap persiapan.

Dari sisi pembangunan infrastruktur, jumlah gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah terbangun di Jawa Tengah mencapai 5.895 gedung.

Data tersebut menunjukkan perkembangan operasional Koperasi Desa Merah Putih di Jawa Tengah, sekaligus menggambarkan masih adanya ribuan koperasi yang perlu mempersiapkan kelengkapan sebelum memulai kegiatan usaha.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan pemantauan terhadap koperasi yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap persiapan.

Peninjauan langsung oleh gubernur menjadi salah satu langkah untuk mengetahui kondisi koperasi di lapangan, termasuk kebutuhan yang masih harus dilengkapi.

Ribuan Koperasi Memiliki Satu hingga Tujuh Gerai

Selain perkembangan jumlah koperasi yang beroperasi, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah juga mencatat variasi jumlah gerai yang dimiliki masing-masing KDKMP.

Berdasarkan data tersebut, sebanyak 4.432 koperasi tercatat memiliki satu gerai usaha.

Kemudian, terdapat 749 koperasi yang memiliki dua gerai, sedangkan 175 koperasi telah memiliki tiga gerai.

Adapun koperasi dengan empat gerai tercatat sebanyak 28 unit, sementara 39 koperasi memiliki lima gerai.

Untuk koperasi dengan jumlah gerai lebih banyak, tercatat tiga KDKMP memiliki enam gerai dan satu KDKMP memiliki tujuh gerai.

Perbedaan jumlah gerai tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kegiatan usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah memiliki pola yang beragam.

Jumlah gerai yang dimiliki masing-masing koperasi menjadi salah satu bagian dari data perkembangan usaha yang dicatat pemerintah provinsi.

Ahmad Luthfi Akui Masih Ada Kendala Operasional KDMP

Meski ribuan Koperasi Desa Merah Putih telah menjalankan kegiatan usaha, Ahmad Luthfi mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan sebagian koperasi belum dapat beroperasi.

Permasalahan tersebut antara lain berkaitan dengan kesiapan infrastruktur serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung.

Beberapa koperasi masih menghadapi keterbatasan fasilitas kelistrikan yang belum mencukupi kebutuhan operasional.

Selain itu, terdapat koperasi yang belum memiliki kendaraan untuk mendukung kegiatan usaha.

Kendala lainnya berkaitan dengan ketersediaan barang dagangan yang belum sampai ke lokasi koperasi, sehingga kegiatan penjualan belum dapat dimulai.

Menurut Luthfi, berbagai persoalan tersebut perlu diketahui melalui pemeriksaan dan evaluasi langsung agar pemerintah dapat menentukan kebutuhan yang masih harus dipenuhi.

Ia menegaskan bahwa proses pengembangan koperasi perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

"Ya memang kita harus berjenjang dan berkelanjutan. Kenapa kita lakukan pengecekan agar kita dapat evaluasi kurangnya apa," jelasnya.

Melalui kegiatan peninjauan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya mengidentifikasi hambatan yang dihadapi pengelola koperasi.

Hasil evaluasi tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan KDKMP agar koperasi yang masih dalam tahap persiapan dapat menjalankan kegiatan usaha.

Warga Banyudono Rasakan Manfaat Harga Sembako Murah

Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih juga mendapat tanggapan positif dari masyarakat yang telah memanfaatkan layanannya.

Salah seorang warga Desa Banyudono, Kabupaten Boyolali, Sri Mulyani, mengaku memilih berbelanja di koperasi karena harga kebutuhan pokok yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

Selain faktor harga, lokasi koperasi yang lebih dekat dari tempat tinggalnya menjadi alasan Sri Mulyani memanfaatkan layanan tersebut.

Ia mencontohkan perbedaan harga minyak goreng yang dijual di pasar dengan harga yang tersedia di KDMP.

Menurut Sri Mulyani, harga minyak goreng di pasaran berada pada kisaran Rp22 ribu, sedangkan di koperasi dapat diperoleh dengan harga Rp16 ribu.

Perbedaan harga tersebut menjadi salah satu manfaat yang dirasakannya ketika berbelanja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Selain lebih terjangkau, keberadaan koperasi di dekat tempat tinggal membuat warga memiliki pilihan tempat berbelanja yang mudah dijangkau.

“Harapannya dengan adanya KDMP ini apa saja murah sehingga kebutuhan di rumah dapat terpenuhi," ujarnya.

Sri Mulyani berharap keberadaan koperasi dapat terus menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Pemprov Jateng Dorong Koperasi Berikan Manfaat Nyata

Melalui kunjungan ke KDMP Bergas Kidul di Kabupaten Semarang dan KDMP Banyudono di Kabupaten Boyolali, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya pengembangan koperasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Ia meminta pengelola koperasi memperluas informasi mengenai layanan yang telah tersedia agar semakin banyak warga mengetahui dan memanfaatkannya.

Di sisi lain, koperasi yang telah beroperasi diharapkan dapat menjadi tempat pembelajaran bagi manajer dan pengurus KDKMP yang masih mempersiapkan kegiatan usaha.

Pengembangan tersebut juga perlu memperhatikan potensi desa, termasuk hasil pertanian dan produk UMKM yang dapat dipasarkan melalui koperasi.

Sementara itu, berbagai kendala terkait infrastruktur, kelengkapan fasilitas, kendaraan, dan ketersediaan barang dagangan masih menjadi bagian dari evaluasi pemerintah.

Dengan 8.523 koperasi yang telah terbentuk dan 5.427 unit yang dilaporkan beroperasi hingga 19 Oktober 2026, Pemprov Jawa Tengah terus mendorong penguatan tata kelola dan pengembangan kegiatan usaha koperasi.

Luthfi berharap koperasi tidak hanya menjadi tempat penjualan bahan pokok murah, tetapi juga berperan dalam mendukung swasembada pangan dan pemasaran hasil produksi warga.

Melalui penguatan fungsi tersebut, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung perkembangan UMKM desa dan potensi ekonomi lokal. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama istrinya, Nawal Arafah Yasin, mengunjungi keluarga Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas II SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang
Regional • 20 Oktober 2026

Taj Yasin Sambangi Keluarga Siswa SD Korban Dugaan Bullying

Rekomendasi Redaksi