"Ya memang kita harus berjenjang dan berkelanjutan. Kenapa kita lakukan pengecekan agar kita dapat evaluasi kurangnya apa," jelasnya.
Melalui kegiatan peninjauan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya mengidentifikasi hambatan yang dihadapi pengelola koperasi.
Hasil evaluasi tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan KDKMP agar koperasi yang masih dalam tahap persiapan dapat menjalankan kegiatan usaha.
Warga Banyudono Rasakan Manfaat Harga Sembako Murah
Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih juga mendapat tanggapan positif dari masyarakat yang telah memanfaatkan layanannya.
Salah seorang warga Desa Banyudono, Kabupaten Boyolali, Sri Mulyani, mengaku memilih berbelanja di koperasi karena harga kebutuhan pokok yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Selain faktor harga, lokasi koperasi yang lebih dekat dari tempat tinggalnya menjadi alasan Sri Mulyani memanfaatkan layanan tersebut.
Ia mencontohkan perbedaan harga minyak goreng yang dijual di pasar dengan harga yang tersedia di KDMP.
Menurut Sri Mulyani, harga minyak goreng di pasaran berada pada kisaran Rp22 ribu, sedangkan di koperasi dapat diperoleh dengan harga Rp16 ribu.
Perbedaan harga tersebut menjadi salah satu manfaat yang dirasakannya ketika berbelanja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Selain lebih terjangkau, keberadaan koperasi di dekat tempat tinggal membuat warga memiliki pilihan tempat berbelanja yang mudah dijangkau.