“Harapannya dengan adanya KDMP ini apa saja murah sehingga kebutuhan di rumah dapat terpenuhi," ujarnya.
Sri Mulyani berharap keberadaan koperasi dapat terus menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Pemprov Jateng Dorong Koperasi Berikan Manfaat Nyata
Melalui kunjungan ke KDMP Bergas Kidul di Kabupaten Semarang dan KDMP Banyudono di Kabupaten Boyolali, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya pengembangan koperasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia meminta pengelola koperasi memperluas informasi mengenai layanan yang telah tersedia agar semakin banyak warga mengetahui dan memanfaatkannya.
Di sisi lain, koperasi yang telah beroperasi diharapkan dapat menjadi tempat pembelajaran bagi manajer dan pengurus KDKMP yang masih mempersiapkan kegiatan usaha.
Pengembangan tersebut juga perlu memperhatikan potensi desa, termasuk hasil pertanian dan produk UMKM yang dapat dipasarkan melalui koperasi.
Sementara itu, berbagai kendala terkait infrastruktur, kelengkapan fasilitas, kendaraan, dan ketersediaan barang dagangan masih menjadi bagian dari evaluasi pemerintah.
Dengan 8.523 koperasi yang telah terbentuk dan 5.427 unit yang dilaporkan beroperasi hingga 19 Oktober 2026, Pemprov Jawa Tengah terus mendorong penguatan tata kelola dan pengembangan kegiatan usaha koperasi.
Luthfi berharap koperasi tidak hanya menjadi tempat penjualan bahan pokok murah, tetapi juga berperan dalam mendukung swasembada pangan dan pemasaran hasil produksi warga.
Melalui penguatan fungsi tersebut, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung perkembangan UMKM desa dan potensi ekonomi lokal. (*)