Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan koperasi sebagai salah satu pilihan tempat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Selain itu, Luthfi mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas koperasi mengingat keberadaannya merupakan aset desa.
Pengelolaan yang baik diharapkan membuat fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Koperasi yang Sudah Beroperasi Diminta Jadi Tempat Belajar
Dalam peninjauan tersebut, Luthfi juga menyoroti pentingnya berbagi pengalaman antara koperasi yang sudah menjalankan kegiatan usaha dan koperasi yang masih dalam tahap persiapan.
Menurutnya, KDMP yang telah beroperasi dapat dijadikan contoh bagi pengelola koperasi lain dalam mempersiapkan kegiatan usaha.
Pembelajaran tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola organisasi, sistem kerja, hingga pengembangan kerja sama dengan pelaku usaha lokal.
Salah satu bentuk kerja sama yang dapat dipelajari adalah sistem konsinyasi atau penitipan produk UMKM untuk dipasarkan melalui gerai koperasi.
Melalui sistem tersebut, koperasi dapat menjalin hubungan usaha dengan pelaku UMKM setempat dalam memasarkan produk mereka.
Luthfi meminta para manajer dan pengurus koperasi yang belum beroperasi untuk memanfaatkan kesempatan belajar dari unit usaha yang sudah berjalan.
"Manajer-manajer dan pengurus yang KDMP-nya belum beroperasi bisa belajar ke sini yang sudah operasional. Jangan sampai yang belum beroperasi manajernya nganggur," katanya.