Konten Semarang
Semarang

Laksana Produksi 27 Bus Listrik Trans Semarang, Dukung Transportasi Ramah Lingkungan

PT Laksana Bus Manufaktur terlibat dalam penyediaan 27 bus listrik Trans Semarang yang mulai beroperasi bertahap untuk mendukung transportasi ramah lingkungan.

Laksana Produksi 27 Bus Listrik Trans Semarang, Dukung Transportasi Ramah Lingkungan
Laksana Produksi 27 Bus Listrik Trans Semarang, Dukung Transportasi Ramah Lingkungan

KONTENSEMARANG.COM – PT Laksana Bus Manufaktur ikut mendukung pengembangan transportasi publik berbasis kendaraan listrik di Kota Semarang. Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan perusahaan dalam penyediaan armada bus listrik untuk layanan Trans Semarang.

Sebanyak 27 unit bus listrik resmi diperkenalkan Pemerintah Kota Semarang dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang berlangsung di halaman kompleks Balai Kota Semarang, Rabu (23/9/2026).

Kehadiran armada baru ini menjadi bagian dari langkah peremajaan transportasi publik di Kota Semarang.

Bus listrik berjenis low deck dengan panjang 12 meter tersebut merupakan hasil kolaborasi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) bersama PT Laksana Bus Manufaktur. Armada tersebut nantinya digunakan untuk melayani Koridor I dengan rute Terminal Mangkang-Terminal Penggaron.

Direktur Teknik PT Laksana Bus Manufaktur, Stefan Arman, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung kebijakan Pemerintah Kota Semarang dalam memperbarui armada transportasi sekaligus mengembangkan penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

“Kami mensupport Kota Semarang yang saat ini sudah mengubah tata kota yang lebih sustainability dan ramah lingkungan. Sebagai partner yang bergerak di industri otomotif nasional yang sudah TKDN, tetap mendukung upaya Pemerintah Kota Semarang dalam meremajakan bus dengan kendaraan elektrifikasi,” ujar Stefan seusai peluncuran bus listrik.

Stefan menjelaskan, bus listrik yang disiapkan untuk layanan Trans Semarang telah dilengkapi sejumlah teknologi yang mendukung aspek keselamatan serta operasional kendaraan listrik.

Pengembangan armada tersebut mencakup konstruksi chassis, daya tahan baterai, hingga berbagai aspek yang berkaitan dengan kebutuhan pemeliharaan kendaraan selama digunakan dalam aktivitas transportasi perkotaan.

Menurut Stefan, kebutuhan kendaraan listrik semakin berkembang seiring dengan pergeseran menuju era elektrifikasi di sektor transportasi. Karena itu, bus yang diproduksi juga disiapkan dengan berbagai komponen untuk menunjang penggunaan dalam operasional harian.

“Selain itu, kendaraan bus listrik yang kami produksi telah dirancang dengan frame dan dilengkapi interior dan eksterior serta memiliki timelife panjang, begitu juga pemasangan panel-panel, fitur-fitur modern, untuk mendukung transportasi bus listrik di wilayah perkotaan, termasuk Kota Semarang,” katanya.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 3

Artikel Selanjutnya

Krabat Pecinan Resmi Jadi Desa Wisata ke-14, Agustina Dorong Ekonomi Warga
Semarang • 23 September 2026

Krabat Pecinan Resmi Jadi Desa Wisata ke-14, Agustina Dorong Ekonomi Warga

Rekomendasi Redaksi