KONTENSEMARANG.COM – Arah pembangunan Kota Semarang dalam dua tahun terakhir kembali menjadi sorotan. Pemerataan manfaat pembangunan, keterlibatan masyarakat, hingga kebijakan anggaran dinilai masih perlu dievaluasi agar pembangunan tidak hanya memberikan keuntungan bagi kelompok tertentu.
Persoalan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Forum Media Online Semarang (FOMOS) bertajuk “Dua Tahun Pembangunan Kota Semarang: Apa yang Berubah, Siapa yang Diuntungkan, dan Ke Mana Arah Politik Anggaran?” yang digelar di Hotel Up Peak Semarang, Kamis (27/8/2026).
Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Dr. Hj. Mila Karmilah, menyoroti sejumlah pembangunan di kawasan pesisir Semarang.
Menurutnya, proyek-proyek tersebut perlu memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari kawasan pesisir.
Salah satu pembangunan yang disorot adalah tanggul laut yang sejak awal diarahkan untuk membantu mengatasi kemacetan sekaligus mengurangi banjir. Namun, Mila menilai perencanaannya perlu dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan masyarakat.
“Pembangunan yang sekarang ada ini bukan ditolak sebenarnya. Hanya masalahnya perencanaannya yang tidak partisipatif,” kata Mila dalam diskusi.
Menurut Mila, masyarakat kerap mengetahui proyek pembangunan ketika prosesnya sudah berjalan. Situasi tersebut dinilai membuat warga, terutama nelayan, memiliki ruang terbatas untuk menyampaikan kebutuhan maupun kekhawatiran mereka.
Ia juga menyoroti kemungkinan perubahan ekosistem pesisir akibat pembangunan tanggul laut. Kondisi tersebut, menurutnya, turut dirasakan masyarakat di Tambakrejo dan Bedono yang selama ini mengandalkan hasil laut sebagai sumber penghidupan.
Keberadaan kerang hijau menjadi salah satu contoh yang disampaikan Mila. Perubahan sirkulasi air akibat kawasan yang tertutup tanggul dinilai dapat memengaruhi habitat komoditas tersebut.
“Teman-teman nelayan Tambakrejo bilang semakin susah mencari kerang hijau. Kawasan yang tertutup oleh tanggul laut membuat kerang menjadi kecil-kecil,” ujarnya.