Idul Adha Jadi Momentum Pemkot Semarang Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong

Idul Adha Jadi Momentum Pemkot Semarang Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong
Idul Adha Jadi Momentum Pemkot Semarang Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang mengajak masyarakat menjadikan peringatan Idul Adha 1447 Hijriah sebagai momentum untuk mempererat persatuan sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat menghadiri pelaksanaan Shalat Idul Adha bersama jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat di Halaman Balaikota Semarang, Rabu (27/5).

Pada momen tersebut, Pemkot Semarang juga menghimpun hewan kurban dari para pegawai untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat.

"Alhamdulillah terkumpul 14 sapi dan 50 kambing. Hari ini kita adakan pemotongan, akan kita bagikan kepada warga masyarakat, itu tersebar di beberapa (lokasi)," ujar Iswar usai kegiatan.

Menurut Iswar, pesan yang disampaikan dalam khotbah Idul Adha tahun ini menekankan pentingnya nilai keikhlasan dan pengorbanan.

Nilai tersebut, kata dia, dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.

"Tadi momentum yang disampaikan oleh Pak Kyai sangat tepat. Bagaimana kemudian semangat pengorbanan Nabi Ibrahim ini dapat kita implementasikan di dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai warga Kota Semarang, sebagai anak bangsa," tuturnya.

Ia menilai, makna Idul Adha tidak hanya berhenti pada pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersamaan dan memperkuat solidaritas antarsesama warga.

Iswar berharap nilai pengorbanan dan semangat berbagi yang terkandung dalam Idul Adha dapat menjadi energi positif untuk mendukung pembangunan Kota Semarang yang semakin maju dan harmonis.

"Momentum itu ada pengorbanan, keikhlasan kita untuk memberikan segala daya upaya yang kita miliki. Baik itu berupa doa misalkan, pikiran kita, bahkan tenaga maupun materi kita untuk bersama-sama kita membangun sebuah persatuan untuk membawa khususnya Semarang semakin lebih baik," pungkas Iswar. (*)