Proyek percontohan juga perlu dirancang agar pengalaman dan teknologi yang diperoleh dapat diterapkan pada wilayah lain.
Kedua, mengembangkan skema pembiayaan yang kreatif dan berkelanjutan.
Kebutuhan investasi infrastruktur transportasi sangat besar sehingga pembiayaannya tidak mungkin hanya bergantung pada anggaran pemerintah.
Kemitraan antara Danantara dan KIND dapat menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan model investasi yang sesuai dengan kebutuhan proyek.
Pendekatan tersebut dapat dikombinasikan dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha, selama pembagian risiko, kelayakan ekonomi, serta manfaat publik tetap menjadi pertimbangan utama.
Melalui skema yang tepat, pembangunan infrastruktur dapat dilaksanakan dengan tetap menjaga kesinambungan fiskal.
Ketiga, memastikan kandungan lokal dan alih pengetahuan menjadi bagian dari setiap proyek.
Kerja sama internasional seharusnya tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik yang dapat digunakan masyarakat.
Setiap proyek perlu meninggalkan kemampuan baru bagi industri, tenaga kerja, dan lembaga nasional.
Karena itu, pengembangan kapasitas industri lokal, penggunaan komponen dalam negeri sesuai kemampuan, serta transfer teknologi harus dirancang sejak awal.