Kerja sama tersebut dapat diperluas untuk mendukung penyediaan bus listrik bagi layanan angkutan umum perkotaan.
Pengembangan kendaraan listrik tentu harus disertai kesiapan infrastruktur pengisian daya, pengelolaan baterai, pembiayaan, dan sistem operasional.
Apabila seluruh aspek tersebut dipersiapkan dengan baik, kolaborasi kedua negara berpotensi mendukung transportasi perkotaan yang lebih bersih dan efisien.
Transportasi Cerdas Membutuhkan Teknologi dan Data
Perkembangan transportasi masa depan semakin bergantung pada kemampuan mengelola data.
Sistem transportasi modern tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan jaringan jalan, rel, pelabuhan, atau pengadaan kendaraan.
Teknologi informasi semakin dibutuhkan untuk mengintegrasikan pelayanan, memantau kondisi operasional, serta mendukung pengambilan keputusan.
Nota kesepahaman Indonesia dan Korea Selatan di bidang digital membuka kesempatan untuk mengembangkan berbagai solusi transportasi cerdas.
Peluang tersebut mencakup sistem manajemen lalu lintas berbasis kecerdasan buatan, platform logistik terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi digital twin atau kembaran digital untuk mendukung pengelolaan pelabuhan.
Melalui sistem berbasis data, pengelola transportasi dapat memperoleh gambaran kondisi operasional secara lebih menyeluruh.
Teknologi juga berpotensi membantu mengidentifikasi hambatan, memperkirakan kebutuhan layanan, dan mengoptimalkan penggunaan infrastruktur.