Namun, kerja sama semacam ini seharusnya tidak berhenti pada pembelian kapal atau pengadaan teknologi dari luar negeri.
Transfer pengetahuan, peningkatan kemampuan tenaga ahli, serta penguatan rantai pasok industri dalam negeri perlu menjadi bagian penting dalam setiap kesepakatan.
Industri pelayaran dunia juga sedang bergerak menuju penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Korea Selatan telah mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari kapal berbahan bakar gas alam cair, sistem propulsi hibrida listrik, hingga penelitian mengenai penggunaan amonia dan metanol sebagai alternatif bahan bakar.
Perkembangan tersebut dapat menjadi peluang pembelajaran bagi industri perkapalan Indonesia.
Jika kerja sama diarahkan pada produksi dan pengembangan teknologi di dalam negeri, manfaatnya tidak hanya berupa modernisasi armada.
Indonesia juga berpeluang meningkatkan kemampuan industri komponen, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat posisi galangan nasional dalam rantai pasok industri maritim.
Inilah alasan mengapa pengembangan industri perkapalan perlu ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam kemitraan kedua negara.
Modernisasi Pelabuhan untuk Menekan Biaya Logistik
Selain industri perkapalan, pelabuhan merupakan simpul penting dalam penguatan konektivitas Indonesia.
Sebagai negara kepulauan, kelancaran pergerakan barang sangat ditentukan oleh kemampuan pelabuhan mengelola arus logistik secara cepat, aman, dan efisien.