Kedua negara turut menyepakati penguatan kerja sama industri galangan kapal yang dapat dikembangkan melalui peningkatan kapasitas industri, penguasaan teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Pada saat bersamaan, Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) menjalin nota kesepahaman dengan Danantara untuk memperluas peluang kerja sama pembangunan infrastruktur dan kawasan perkotaan.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu pintu masuk untuk menghubungkan kebutuhan pembangunan Indonesia dengan kapasitas investasi dan pengembangan proyek dari Korea Selatan.
Momentum kerja sama kemudian berlanjut pada Juli 2026.
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun sepakat mempercepat implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus agar hubungan kedua negara menghasilkan langkah konkret.
Kesinambungan komunikasi diplomatik ini perlu dijaga. Sebab, keberhasilan sebuah kemitraan tidak dapat diukur hanya dari banyaknya kesepakatan yang ditandatangani, tetapi dari pelaksanaan proyek, peningkatan kapasitas industri, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Industri Perkapalan Menjadi Peluang Besar Indonesia
Salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah industri perkapalan.
Indonesia membutuhkan armada kapal dalam jumlah dan jenis yang beragam untuk menjaga konektivitas wilayahnya.
Kebutuhan tersebut mencakup kapal penumpang antarpulau, kapal perintis, kapal pengangkut ternak, hingga armada pendukung program Tol Laut.
Melalui kerja sama dengan industri galangan Korea Selatan, Indonesia berpeluang memperkuat kemampuan galangan nasional dalam memproduksi kapal yang lebih efisien, aman, dan sesuai kebutuhan transportasi domestik.