Namun, penerapannya harus memperhatikan kualitas data, interoperabilitas sistem, keamanan siber, serta kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.
Kerja sama transportasi cerdas tersebut sejalan dengan kerangka regional yang telah dikembangkan ASEAN dan Korea Selatan.
Pada November 2023, kedua pihak mengadopsi deklarasi kerja sama komprehensif mengenai mobilitas cerdas.
Kesepakatan regional ini dapat menjadi landasan untuk memperluas pengembangan sistem transportasi berbasis teknologi di kawasan Asia Tenggara.
Dengan karakter wilayah dan kebutuhan mobilitas yang beragam, Indonesia memiliki potensi menjadi salah satu tempat pengembangan dan penerapan solusi transportasi cerdas berskala besar.
Penguatan SDM Harus Menjadi Inti Kemitraan
Seluruh peluang kerja sama tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Modernisasi kapal, pelabuhan, kereta api, maupun transportasi perkotaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis dan manajerial sesuai perkembangan teknologi.
Karena itu, pendidikan vokasi perlu ditempatkan sebagai salah satu bagian utama dalam kemitraan Indonesia dan Korea Selatan.
Kebutuhan tersebut mencakup pelaut, insinyur perkapalan, operator perkeretaapian, perencana transportasi, tenaga pemeliharaan, hingga pengelola sistem transportasi digital.
Program pertukaran pendidikan, beasiswa, pelatihan bersama, serta kesempatan magang di galangan kapal maupun lembaga transportasi Korea Selatan dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia.