Pemkot Semarang Siapkan Pengawasan Ketat di Silayur Pascainsiden Truk Terguling

Pemkot Semarang Siapkan Pengawasan Ketat di Silayur Pascainsiden Truk Terguling
Pemkot Semarang Siapkan Pengawasan Ketat di Silayur Pascainsiden Truk Terguling

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani kecelakaan tunggal yang melibatkan truk ekspedisi di kawasan Tanjakan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, pada Rabu (13/5) dini hari. 

Langkah cepat dilakukan guna memastikan keselamatan warga, menjaga kelancaran arus lalu lintas, serta mempercepat penanganan teknis di lokasi kejadian.

Truk Hino Dutro bernomor polisi AE 8434 BA milik PT Kantor Pos Madiun itu dilaporkan mengalami gagal menanjak sekitar pukul 04.30 WIB saat melaju dari Surabaya menuju Boja.

Kendaraan kemudian meluncur mundur, melewati median jalan, dan berhenti di sekitar area SPBU Silayur. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan memastikan pemerintah kota langsung turun melakukan penanganan di lapangan.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Begitu menerima laporan, petugas gabungan langsung bergerak untuk melakukan pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, dan penanganan kendaraan agar situasi segera kembali normal,” ujarnya.

Selain itu, Agustina meminta Dinas Perhubungan Kota Semarang melakukan evaluasi menyeluruh bersama kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk memperkuat langkah pencegahan kecelakaan di kawasan Silayur yang dikenal memiliki tanjakan panjang dengan kemiringan cukup ekstrem.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan hasil pemeriksaan awal menunjukkan kendaraan diduga gagal menanjak akibat keterlambatan perpindahan transmisi oleh pengemudi.

Petugas Penguji Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub bersama aparat kepolisian juga langsung melakukan pemeriksaan teknis dan pengecekan uji KIR di lokasi.

“Truk tersebut bermuatan sekitar 4 ton sehingga masih sesuai ketentuan untuk melintas. Namun penguasaan kendaraan dan kesiapan teknis tetap menjadi faktor penting ketika melewati jalur dengan karakteristik seperti Silayur,” jelas Danang.

Sebagai langkah jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan, Pemkot Semarang saat ini tengah menyiapkan pembangunan pos pemantauan permanen di kawasan Silayur.

Pos tersebut nantinya akan dilengkapi sistem Early Warning System (EWS) serta pengawasan selama 24 jam.

Melalui fasilitas tersebut, setiap kendaraan angkutan barang yang melintas akan diperiksa mulai dari kelengkapan dokumen, status uji KIR, hingga kondisi fisik kendaraan sebelum memasuki jalur tanjakan.

Upaya ini diharapkan mampu mengurangi potensi kecelakaan, khususnya pada jam-jam rawan.

Selain pengawasan, Pemkot Semarang juga akan terus menggencarkan edukasi kepada perusahaan angkutan maupun pengemudi mengenai pentingnya kesiapan kendaraan, teknik berkendara di jalur ekstrem, serta disiplin keselamatan berkendara.

“Kami ingin memastikan bahwa upaya penanganan tidak berhenti pada respons insiden saja, tetapi juga menyentuh aspek pencegahan secara berkelanjutan. Keselamatan di Silayur membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, operator angkutan, hingga pengemudi,” tutup Danang. (*)