Dishub Sebut Human Error Jadi Penyebab Truk Terguling di SPBU Silayur Semarang
KONTENSEMARANG.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menduga kecelakaan truk boks bermuatan barang yang terguling di area SPBU 55.501.44 Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Rabu pagi, dipicu faktor kelalaian pengemudi atau human error.
Sopir disebut tidak memahami karakter medan tanjakan di kawasan tersebut.
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kendaraan tersebut juga sudah tidak memiliki masa berlaku uji KIR.
"Kendaraan sendiri didapati bahwa terakhir uji KIR itu di tahun 2025. (Masih berlaku?) Nggak, KIR-nya sudah tidak berlaku," kata Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, saat ditemui di SPBU 55.501.44 Silayur, Rabu (13/5/2026).
Menurut Danang, berdasarkan pengakuan sopir, perpindahan gigi dilakukan terlambat saat melintasi tanjakan Silayur sehingga kendaraan kehilangan tenaga.
"Pengakuan si sopir atau pengemudi bahwa saat melalui tanjakan ini dia telat oper. Saat diperiksa rekan-rekan sendiri setelah laka itu juga masih di masuk di gigi dua," ungkapnya.
"Nah, jadi prinsipnya bahwa pengemudi ini tidak mengenal medan. Dimungkinkan (kecelakaan terjadi) memang karena faktor human error tadi," lanjutnya.
Ia menjelaskan, truk tersebut mengangkut berbagai barang seperti sandal dan kopi sachet.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, kapasitas kendaraan tercatat sekitar 4,1 ton, sementara muatan diperkirakan mencapai lima ton.
"Kemudian tadi hasil pemeriksaan lapangan itu didapati bahwa muatannya itu sandal, kemudian ada kopi saset. Untuk kapasitas kendaraan sendiri ee 4.100 (kg) atau 4 ton lebih. Kemudian untuk penghitungan barang-barang itu diperkirakan ya sekitar kurang lebih 5 ton," sebutnya.
Di lokasi kejadian, proses evakuasi truk telah selesai dilakukan menggunakan kendaraan derek.
Sementara itu, cairan yang diduga oli atau solar yang sempat tumpah di area SPBU dibersihkan dengan penyemprotan air.
Sebelumnya, sopir truk Muhammad Yasin mengaku kendaraan sudah menggunakan gigi dua sejak awal menanjak di kawasan Silayur.
Namun saat mendekati puncak tanjakan, truk kehilangan tenaga dan akhirnya meluncur mundur.
"Masuk gigi dua mulai bawah gigi dua terus lancar, terus saya nyampek mau ke pucuk, mau ke pucuk sendiri, sudah nggak kuat. Mau tak oper ke gigi satu, sudah keduluan melorot, nggak ngatasi," tutur Yasin.
Ia mengaku tidak dapat berbuat banyak ketika kendaraan mulai mundur karena rem truk tidak berfungsi maksimal.
"Iya mundur itu terus nabrak ini, sudah pasrah saya. Nggak bisa diapa-apakan, nggak bisa direm," ungkap Yasin.
Yasin mengatakan truk mundur cukup jauh hingga membuat sejumlah pengendara sepeda motor berusaha menghindar agar tidak tertabrak.
Berdasarkan perkiraan melalui Google Maps, jarak dari ujung tanjakan hingga lokasi SPBU mencapai sekitar 500 meter.
"(Jaraknya) sini sana panjang e, wong saya turunnya sampe nggak berhenti-berhenti itu. Sampai sepeda motor menghindari-menghindari biar nggak ketabrak saya. Sampai saya diliat (diteriaki) 'we we we' gitu-gitu sama sepeda motor, ya untung nggak ada mobil," ucap Yasin.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB saat dirinya mengirim barang dari Surabaya menuju Semarang dengan muatan sekitar lima ton.
"Tadi sekitar 04.30 WIB, pas subuh itu. Muatan ke, dari Surabaya kirim ke ini Semarang sini, iya kawasan," kata Yasin.
Selain itu, Yasin mengaku sejak awal perjalanan kondisi rem kendaraan memang sudah terasa kurang pakem.
"Iya (dari awal perjalanan terasa) trouble ya remnya kurang pakem, iya terasa remnya kurang," pungkas Yasin. (*)
redaksi