Agung menekankan bahwa penggunaan teknologi tidak hanya ditujukan untuk mempercepat administrasi, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dalam pelaksanaan program.
Dengan dukungan data yang lebih akurat, kebutuhan fasilitas perlengkapan jalan diharapkan dapat dipantau dan dievaluasi berdasarkan kondisi yang tercatat di lapangan.
Data Rambu hingga Lampu Jalan Diperbarui secara Langsung
Kepala Subbagian Program Dishub Jawa Tengah sekaligus Project Leader pengembangan Sigap Kinerja, Bayu Pramono Jati, menjelaskan bahwa aplikasi tersebut memanfaatkan basis data Sistem Informasi Geografis (SIG) yang sebelumnya telah dimiliki Dishub Jateng.
Pengembangan sistem dilakukan dengan mengoptimalkan data yang tersedia agar dapat digunakan dalam proses pengukuran kinerja secara lebih terintegrasi.
Melalui aplikasi tersebut, petugas teknis balai wilayah dapat memasukkan data fasilitas perlengkapan jalan segera setelah pemasangan selesai dilakukan.
Fasilitas yang dapat dicatat meliputi rambu lalu lintas, marka jalan, lampu penerangan jalan umum (LPJU), cermin tikungan, serta pagar pengaman jalan atau guardrail.
Dengan mekanisme tersebut, pembaruan data tidak lagi sepenuhnya bergantung pada proses pengumpulan dan penghitungan secara manual.
Pengukuran kinerja perlengkapan jalan dapat dilakukan menggunakan informasi yang dimasukkan petugas ke dalam sistem berbasis geospasial.
Pendekatan ini diharapkan membantu petugas dalam memantau perkembangan penyediaan fasilitas jalan sekaligus mempermudah penyusunan laporan kinerja.
Potensi Efisiensi Anggaran Capai Lebih dari Rp32,8 Juta
Selain meningkatkan akurasi data, Sigap Kinerja dikembangkan untuk mengurangi kebutuhan pengulangan survei lapangan dalam proses pengukuran kinerja.