KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pengembangan sapi perah Magelang sebagai salah satu kawasan produksi susu baru. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat sektor peternakan sekaligus meningkatkan kontribusi Jawa Tengah terhadap kebutuhan susu nasional.
Upaya mendukung swasembada susu tersebut mendapat perhatian Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Pemprov Jateng menyiapkan dukungan pelayanan kesehatan hewan agar pengembangan populasi sapi perah dapat diimbangi dengan pencegahan penyakit dan peningkatan produktivitas ternak.
Hal itu disampaikan Taj Yasin saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa di Sentra Sapi Perah Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jumat (30/10/2026).
Taj Yasin mengatakan, pemerintah provinsi siap mendukung pengembangan peternakan sapi perah, terutama dalam memastikan kesehatan ternak selama proses pengembangbiakan.
Menurutnya, peningkatan jumlah sapi perah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kondisi kesehatan hewan agar produktivitas dapat dipertahankan.
"Kami juga mendukung (swasembada susu). Kami di Pemprov memastikan untuk pengembangbiakannya," kata Taj Yasin.
Pemprov Jateng Siapkan Layanan Kesehatan Sapi Perah
Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Yasin itu menegaskan bahwa kesehatan hewan merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan kawasan peternakan.
Menurutnya, pertambahan populasi sapi perah perlu diikuti kesiapan pelayanan kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan peternakan.
Karena itu, Pemprov Jawa Tengah telah menjalankan program Healing atau Kesehatan Hewan Keliling.
Program tersebut bertujuan mendekatkan layanan pemeriksaan, pengobatan, dan pencegahan penyakit hewan kepada para peternak.
Hingga saat ini, layanan Healing telah menjangkau 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Taj Yasin mengatakan, pemerintah provinsi siap membantu penanganan apabila ditemukan ternak yang berpotensi terserang penyakit.
Peternak maupun pihak terkait dapat berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memperoleh dukungan pelayanan kesehatan hewan.
"Kalau ada sapi-sapi yang potensinya terkena penyakit, itu bisa dikoordinasikan dengan kita di Provinsi Jawa Tengah. Karena kami siap untuk pengobatan dan pencegahan," katanya.
Melalui Program Healing Kesehatan Hewan Keliling di Jawa Tengah, pemerintah berupaya memperkuat pelayanan kesehatan ternak yang menjadi salah satu kebutuhan dalam pengembangan sentra peternakan sapi perah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu peternak menjaga kondisi hewan sekaligus mendukung keberlanjutan produksi susu.
Produksi Susu Jawa Tengah Capai 75.366 Ton
Pengembangan sentra sapi perah di Magelang menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah penghasil susu nasional.
Berdasarkan data tahun 2025 yang disampaikan Pemprov Jateng, populasi sapi perah di provinsi tersebut tercatat sebanyak 77.566 ekor.
Dari jumlah tersebut, produksi susu Jawa Tengah mencapai sekitar 75.366 ton.
Kontribusi tersebut setara dengan 9,66 persen terhadap produksi susu nasional dan menempatkan Jawa Tengah pada peringkat ketiga sebagai daerah penghasil susu.
Potensi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah provinsi terus mendorong pengembangan kawasan peternakan.
Selama ini, Boyolali dan Klaten telah menjadi daerah yang memiliki kegiatan peternakan sapi perah relatif mapan.
Selain mempertahankan pengembangan kawasan yang sudah berjalan, Pemprov Jateng juga berupaya membuka wilayah produksi baru.
Kabupaten Magelang, Batang, dan Brebes menjadi beberapa daerah yang masuk dalam rencana pengembangan tersebut.
Namun, perluasan kawasan peternakan tidak dilakukan hanya berdasarkan ketersediaan lahan.
Pemerintah juga mempertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan air dan pakan, serta kemudahan akses menuju pasar.
Faktor-faktor tersebut dinilai perlu diperhatikan agar pengembangan peternakan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Magelang Diusulkan Jadi Proyek Percontohan Persusuan
Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa mengatakan, Kabupaten Magelang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu sentra produksi susu.
Menurutnya, potensi wilayah tersebut dapat mendukung upaya pemerintah dalam mengejar target swasembada susu nasional.
Bahkan, Kementerian Pertanian akan mengusulkan Magelang sebagai salah satu lokasi proyek percontohan pengembangan sektor persusuan.
"Pesan dari Bapak Presiden bahwa kita harus mencapai swasembada susu. Ini yang paling berat, tapi tetap kita coba dulu," ujarnya.
Saleh menilai pengembangan sentra susu membutuhkan persiapan yang menyeluruh.
Potensi wilayah saja belum cukup untuk menjamin keberhasilan pengembangan peternakan sapi perah.
Sejumlah aspek lain perlu mendapat perhatian, mulai dari kesiapan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan kelembagaan peternak.
Menurutnya, pengembangan usaha peternakan harus didukung sistem yang memungkinkan peternak meningkatkan produksi sekaligus memperoleh akses pemasaran yang lebih baik.
Salah satu kelembagaan yang dinilai memiliki peran penting adalah koperasi peternak.
Koperasi Didorong Perkuat Posisi Tawar Peternak
Saleh menekankan pentingnya penguatan koperasi dalam mendukung perkembangan sektor persusuan.
Menurutnya, koperasi yang memiliki pengelolaan baik dapat membantu memperkuat posisi peternak dalam memasarkan susu hasil produksinya.
Keberadaan koperasi juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan peternak terhadap perantara.
Hal tersebut penting karena rantai pemasaran dapat memengaruhi harga jual susu yang diterima peternak.
Dengan kelembagaan yang lebih kuat, peternak diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk menjalin hubungan pemasaran secara langsung dengan industri pengolahan susu.
Karena itu, pengembangan populasi sapi perah perlu diikuti perbaikan pengelolaan usaha dan kelembagaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan manfaat ekonomi yang diterima masyarakat peternak.
Delapan Kecamatan di Magelang Berpotensi Dikembangkan
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan bahwa daerahnya mempunyai potensi untuk menjadi salah satu kawasan pengembangan peternakan sapi perah.
Potensi tersebut didukung kondisi agroklimat atau karakteristik iklim dan lingkungan yang sesuai bagi kegiatan peternakan.
Menurutnya, terdapat delapan kecamatan di Kabupaten Magelang yang memiliki kondisi wilayah mendukung untuk pengembangan sapi perah.
Salah satu kawasan yang telah memiliki ekosistem peternakan adalah Kecamatan Ngablak.
Keberadaan kegiatan peternakan yang sudah berkembang di wilayah tersebut menjadi bagian dari modal awal pengembangan sentra produksi susu.
Meski demikian, Grengseng mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan.
Dua persoalan utama adalah keterbatasan populasi sapi perah dan kapasitas produksi susu di tingkat koperasi.
Kondisi tersebut memengaruhi kemampuan peternak untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya industri pengolahan susu.
Produksi Dua Koperasi Belum Memenuhi Kebutuhan Industri
Grengseng menjelaskan, saat ini terdapat dua koperasi peternak sapi perah di Kabupaten Magelang, yakni Koperasi Sapto Argo dan Koperasi Amarto.
Namun, produksi susu masing-masing koperasi masih berada di bawah 2.000 liter.
Jumlah tersebut dinilai belum memenuhi kapasitas yang dibutuhkan untuk melakukan pasokan secara langsung kepada industri pengolahan susu (IPS).
Akibatnya, peternak masih harus mengandalkan perantara untuk memasarkan susu hasil produksi mereka.
Ketergantungan tersebut turut memengaruhi harga jual yang diterima peternak.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Magelang berharap pengembangan sentra sapi perah tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan jumlah ternak.
Peningkatan kapasitas produksi juga perlu dibarengi dengan perbaikan manajemen koperasi dan penguatan kemitraan dengan industri.
Penguatan Koperasi Sapi Perah di Magelang menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat membantu peternak meningkatkan akses pasar serta memperbaiki posisi tawar dalam penjualan susu.
Dengan kelembagaan yang lebih baik, kegiatan peternakan diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan produksi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada para pelaku usaha.
Pengembangan Sentra Susu Perlu Dukungan Terpadu
Rencana pengembangan Kabupaten Magelang sebagai kawasan produksi susu baru membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap peluang menjadikan Magelang sebagai proyek percontohan sektor persusuan.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dukungan kesehatan hewan melalui program Healing yang telah menjangkau 13 kabupaten/kota.
Di tingkat kabupaten, pengembangan kawasan peternakan juga perlu memperhatikan kesiapan lahan, ketersediaan pakan dan air, infrastruktur, serta kelembagaan usaha peternak.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji berharap peningkatan populasi sapi perah dapat berjalan bersama dengan pembenahan koperasi dan perluasan akses pemasaran.
Saat ini, keberadaan dua koperasi dengan produksi masing-masing di bawah 2.000 liter masih menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pasokan langsung ke industri pengolahan susu.
Karena itu, kerja sama pemerintah, pengelola koperasi, peternak, dan industri diperlukan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.
Dengan potensi delapan kecamatan serta ekosistem peternakan yang sudah berkembang di Ngablak, Kabupaten Magelang memiliki peluang untuk memperkuat kontribusinya dalam produksi susu Jawa Tengah.
Melalui dukungan pelayanan kesehatan ternak, peningkatan populasi sapi perah, serta pembenahan koperasi peternak, pengembangan Magelang sebagai sentra susu baru diharapkan dapat mendukung upaya menuju swasembada susu nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. (*)