Hingga saat ini, layanan Healing telah menjangkau 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Taj Yasin mengatakan, pemerintah provinsi siap membantu penanganan apabila ditemukan ternak yang berpotensi terserang penyakit.
Peternak maupun pihak terkait dapat berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memperoleh dukungan pelayanan kesehatan hewan.
"Kalau ada sapi-sapi yang potensinya terkena penyakit, itu bisa dikoordinasikan dengan kita di Provinsi Jawa Tengah. Karena kami siap untuk pengobatan dan pencegahan," katanya.
Melalui Program Healing Kesehatan Hewan Keliling di Jawa Tengah, pemerintah berupaya memperkuat pelayanan kesehatan ternak yang menjadi salah satu kebutuhan dalam pengembangan sentra peternakan sapi perah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu peternak menjaga kondisi hewan sekaligus mendukung keberlanjutan produksi susu.
Produksi Susu Jawa Tengah Capai 75.366 Ton
Pengembangan sentra sapi perah di Magelang menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah penghasil susu nasional.
Berdasarkan data tahun 2025 yang disampaikan Pemprov Jateng, populasi sapi perah di provinsi tersebut tercatat sebanyak 77.566 ekor.
Dari jumlah tersebut, produksi susu Jawa Tengah mencapai sekitar 75.366 ton.
Kontribusi tersebut setara dengan 9,66 persen terhadap produksi susu nasional dan menempatkan Jawa Tengah pada peringkat ketiga sebagai daerah penghasil susu.