Kondisi tersebut memengaruhi kemampuan peternak untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya industri pengolahan susu.
Produksi Dua Koperasi Belum Memenuhi Kebutuhan Industri
Grengseng menjelaskan, saat ini terdapat dua koperasi peternak sapi perah di Kabupaten Magelang, yakni Koperasi Sapto Argo dan Koperasi Amarto.
Namun, produksi susu masing-masing koperasi masih berada di bawah 2.000 liter.
Jumlah tersebut dinilai belum memenuhi kapasitas yang dibutuhkan untuk melakukan pasokan secara langsung kepada industri pengolahan susu (IPS).
Akibatnya, peternak masih harus mengandalkan perantara untuk memasarkan susu hasil produksi mereka.
Ketergantungan tersebut turut memengaruhi harga jual yang diterima peternak.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Magelang berharap pengembangan sentra sapi perah tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan jumlah ternak.
Peningkatan kapasitas produksi juga perlu dibarengi dengan perbaikan manajemen koperasi dan penguatan kemitraan dengan industri.
Penguatan Koperasi Sapi Perah di Magelang menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat membantu peternak meningkatkan akses pasar serta memperbaiki posisi tawar dalam penjualan susu.
Dengan kelembagaan yang lebih baik, kegiatan peternakan diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan produksi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada para pelaku usaha.