USM Bentuk Komunitas Golf Mahasiswa untuk Kembangkan Prestasi Olahraga

USM Bentuk Komunitas Golf Mahasiswa untuk Kembangkan Prestasi Olahraga
USM Bentuk Komunitas Golf Mahasiswa untuk Kembangkan Prestasi Olahraga

KONTENSEMARANG.COM — Dalam upaya meningkatkan prestasi mahasiswa di bidang olahraga sekaligus menjaring potensi atlet golf dari kalangan kampus, Universitas Semarang membentuk Komunitas Golf Mahasiswa. 

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Kemahasiswaan dan Alumni USM, Saiful Hadi, saat kegiatan latihan driving di Candi Golf Semarang pada Selasa, 7 April 2026.

“Alhamdulillah di USM sudah terbentuk komunitas golf mahasiswa dengan anggota sebanyak 10 orang, saat ini kami memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bergabung, kedepan komunitas ini akan terwadahi menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa,” ungkap Saiful.

Ia menambahkan, keberadaan komunitas ini menjadi peluang berharga bagi mahasiswa karena tidak semua perguruan tinggi menyediakan fasilitas olahraga golf.

“Ini kesempatan yang langka bagi mahasiswa karena tidak semua perguruan tinggi menfasilitasi mahasiswa untuk olahraga golf, mahasiswa juga bisa mengembangkan potensi hobinya menjadi sebuah prestasi,” tambahnya.

Salah satu peserta, Ari Prasetyatama, menyampaikan bahwa golf tidak semata-mata identik dengan olahraga mahal, tetapi juga sarat nilai pembelajaran karakter.

“Metode ini akan dipakai pada golf sampai kelas Pro Golf, banyal hikmah yang bisa dietic dari olahraga golf,” ungkap Ari Prasetyatama.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Pariwisata, Siti Rahmah Nurfadilah, mengaku mendapatkan pengalaman baru saat pertama kali mencoba latihan golf, yang ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

“Awalnya kami diajari terlebih dahulu cara stand yang benar hingga posisi kaki, badan, sampai tangan ternyata  terdapat aturan tersendiri agar seimbang. Kemudian kami juga di kenalkan dengan nama-nama stik golf, yang ternyata banyak sekali dan masing-masing memiliki fungsi sendiri,” papar ⁠Siti Rahmah Nurfadilah.

“Saat awal mulai mencoba memukul, ini yang paling challenging bagi saya. Terlihat mudah, tapi saat dipraktikkan butuh fokus dan teknik agar bola bisa kena dengan pas walaupun masih sering miss tidak kena dengan sempurna, tapi justru di situ serunya,” pungkasnya. (*)