Masjid Agung Payaman Magelang Ditetapkan sebagai Masjid Bersejarah oleh LTM NU Jateng
Masjid Agung Payaman Magelang resmi ditetapkan sebagai masjid bersejarah oleh LTM NU Jateng, saksi perjuangan kemerdekaan dan pusat dakwah.

KONTENSEMARANG.COM – Masjid Agung Payaman, yang terletak di Kabupaten Magelang, resmi ditetapkan sebagai masjid bersejarah setelah dilakukan penandatanganan dan penyerahan prasasti oleh Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Jawa Tengah pada Minggu, 24 Agustus 2025.
Meski tidak ada catatan pasti mengenai tahun berdirinya, sejarah lisan menyebutkan bahwa renovasi dan pengembangan Masjid Agung Payaman dilakukan pada tahun 1935 oleh Romo Agung KH Siradj. Hal ini dibuktikan dengan adanya foto dokumentasi yang ditunjukkan oleh salah satu keturunan beliau, KH Arif Mahatihul Huda.
Masjid Agung Payaman tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi perjuangan bangsa. Pada masa perang kemerdekaan, para laskar Hizbullah berkumpul di masjid ini untuk menerima doa atau suwuk dari KH Siradj sebelum berangkat ke medan perang. Bahkan, KH Siradj turut berjuang dalam pertempuran Palagan Ambarawa dan menjadi tokoh penting dalam sejarah perlawanan terhadap penjajah. Makam beliau kini berada di belakang masjid dan kerap diziarahi masyarakat dari berbagai daerah.
Acara pengukuhan ini berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan warga Nahdliyin. Hadir pula sejumlah tokoh penting, antara lain Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Ketua LTM NU Jateng KH Nur Akhlis, Ketua Takmir Masjid Agung Payaman KH Azhari AH, KH Arif Mafatihul Huda, serta Ketua Tanfidziyah NU Kabupaten Magelang KH Ahmad Izzudin Abdurrahman. Sejumlah ulama dan pengurus LTM NU dari berbagai daerah di Jawa Tengah juga ikut hadir, mulai dari Magelang, Rembang, Kudus, Demak, hingga Banyumas.
KH Azhari menjelaskan, masjid ini sejak dahulu dikenal dengan nama Masjid Payaman tanpa tambahan gelar lain. Menurut cerita masyarakat, nama Payaman berasal dari istilah "ngupoyo iman" atau upaya memperkuat iman. Selain berfungsi sebagai pusat ibadah, masjid ini juga menjadi tempat pendidikan agama bagi anak-anak hingga orang dewasa.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah NU Kabupaten Magelang, KH Ahmad Izzudin, menegaskan bahwa penetapan Masjid Payaman sebagai masjid bersejarah menambah keyakinan untuk terus berkhidmah pada jam’iyyah NU sekaligus berharap keberkahan dari Allah SWT.
Ketua LTM NU Jateng, KH Nur Akhlis, menambahkan bahwa program plangisasi masjid NU terus berjalan di berbagai daerah Jawa Tengah. Beberapa masjid agung seperti di Blora, Pati, dan Rembang sudah lebih dulu mendapatkan pengukuhan, sementara di Grobogan dan Demak tercatat lebih dari 1.200 masjid telah dipasangi plang identitas.
Dalam tausiyahnya, KH Ubaidullah Shodaqoh menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia, mencapai lebih dari 800 ribu masjid. Jawa Tengah sendiri memiliki sekitar 52 ribu masjid. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan Arab Saudi, Mesir, maupun Pakistan.
“Dengan jumlah masjid terbanyak di dunia, seharusnya Indonesia bisa menjadi bangsa yang makmur dan bebas dari korupsi. Masjid bukan hanya tempat dzikir dan tahlil, tetapi juga pusat dakwah bil maal, bil hal, dan bil harokah. PWNU Jateng mendorong agar pengelolaan masjid semakin baik dan tetap menjaga amaliyah sesuai ahlus sunnah wal jamaah,” ujar KH Ubaidullah.
Penetapan Masjid Agung Payaman sebagai masjid bersejarah ini semakin memperkuat peranannya, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol perjuangan dan pusat dakwah yang terus hidup di tengah masyarakat.
What's Your Reaction?






