Kota Semarang Menuju Ramah Anak, Agustina Wilujeng Tegaskan Komitmen di HAN 2025

Semarang rayakan Hari Anak Nasional 2025 di Balai Kota, Veronica Tan dan Wali Kota Agustina dorong terciptanya kota ramah anak.

Aug 22, 2025 - 12:49
Aug 28, 2025 - 12:49
Kota Semarang Menuju Ramah Anak, Agustina Wilujeng Tegaskan Komitmen di HAN 2025
Kota Semarang Menuju Ramah Anak, Agustina Wilujeng Tegaskan Komitmen di HAN 2025

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Halaman Balai Kota pada Kamis sore, 21 Agustus 2025.

Acara ini berlangsung meriah dengan kehadiran ribuan pelajar, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (WamenPPPA) Veronica Tan.

Dalam sambutannya, Veronica Tan menyampaikan apresiasi atas rangkaian festival yang digelar Pemkot Semarang sebagai puncak peringatan HAN. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dan keluarga dalam memberikan ruang aman sekaligus wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi.

“Kerja sama pemerintah dan keluarga sangat penting. Orang tua harus meluangkan waktu untuk mendengarkan anak, agar mereka tidak mencari tempat curhat di luar rumah,” pesannya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa Semarang harus menjadi kota yang ramah anak. Ia berkomitmen menciptakan ruang publik yang memungkinkan anak-anak bebas berekspresi, mengembangkan bakat, sekaligus berkompetisi secara sehat.

“Anak-anak tidak cukup hanya belajar di sekolah atau les, tapi perlu ada ruang pameran dan kompetisi agar kepandaiannya terasah,” jelas Agustina.

Menurutnya, peringatan HAN menjadi momentum refleksi bersama, baik bagi pemerintah maupun orang tua. Selama ini, masih banyak anak yang belum terfasilitasi dengan baik dalam meraih cita-cita.

Seringkali orang tua merasa paling tahu masa depan anak, padahal kondisi sekarang sudah berbeda. Pemkot akan mengalokasikan program khusus untuk anak pada tahun depan,” ungkapnya.

Agustina juga menyoroti pentingnya sinergi lintas OPD dalam mewujudkan Semarang sebagai kota ramah anak. Ia mencontohkan, Dinas Pendidikan bisa memperkuat sistem pendidikan lokal yang melibatkan peran aktif anak, Dinas Lingkungan Hidup menghadirkan ruang hijau yang bersih dan aman, hingga layanan transportasi publik seperti Trans Semarang yang bebas dari pelecehan.

“Semua dinas punya peran membangun support system bagi anak. Setiap lahan milik pemkot, sekecil apapun, harus bisa menjadi ruang aman tempat anak berekspresi,” tandasnya.

Dengan komitmen ini, Pemkot Semarang bertekad menjadikan kota lunpia sebagai rumah besar yang ramah, aman, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0