“Gambut dan mangrove itu terkait dengan kehidupan masyarakat. Jadi ada potensi ekonomi yang luar biasa di gambut,” katanya.
Sriyanto menilai upaya menjaga kelestarian lingkungan akan lebih efektif apabila masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar turut merasakan manfaat ekonomi.
Karena itu, pengelolaan gambut dan mangrove perlu memperhatikan hubungan antara pelestarian ekosistem dan kebutuhan penghidupan masyarakat.
Pencegahan Karhutla Perlu Melibatkan Masyarakat Desa
Dalam pandangan Sriyanto, keberhasilan pengelolaan gambut tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pemerintah atau pengawasan oleh petugas.
Keterlibatan masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar menjadi bagian penting dalam upaya menjaga lingkungan.
Menurutnya, pendekatan pencegahan karhutla tidak cukup dilakukan hanya melalui larangan membakar lahan.
Masyarakat juga membutuhkan pendampingan, penyuluhan, serta pengenalan alternatif kegiatan usaha yang lebih aman bagi ekosistem.
Melalui pendekatan tersebut, warga diharapkan memiliki kesempatan memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian kawasan.
Sriyanto memandang masyarakat desa sebagai salah satu unsur penting dalam pengelolaan gambut dan mangrove.