Sriyanto menilai sistem pemantauan perlu memiliki kemampuan analisis agar data yang terkumpul dapat digunakan dalam pengambilan langkah pencegahan.
“Jadi kalau pembuatan kita hanya sekadar pemantauan, ya kurang pas. Jadi harus bisa mendeteksi, mengidentifikasi semua permasalahan yang ada, kemudian kita membuat analisa korelasi, dan akhirnya kita membuat proyeksi,” ujar Sriyanto.
Menurutnya, kemampuan tersebut diperlukan agar petugas tidak hanya mengetahui adanya persoalan setelah kebakaran terjadi.
Dengan data yang dapat dianalisis, potensi gangguan di kawasan gambut diharapkan dapat dikenali lebih awal.
Informasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan langkah mitigasi sesuai kondisi lapangan.
Kondisi Muka Air Gambut Jadi Salah Satu Indikator
Salah satu aspek penting yang disoroti Sriyanto adalah kondisi muka air di kawasan gambut.
Menurutnya, penurunan muka air di bawah ambang tertentu perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi lahan dan potensi kebakaran.
Informasi mengenai perubahan muka air harus dapat dipantau dan dianalisis agar langkah pencegahan dilakukan pada lokasi yang tepat.
Sriyanto mencontohkan upaya pembasahan gambut melalui pembangunan atau pemanfaatan sekat kanal.