Keterlibatannya dalam penanganan kebakaran tersebut menjadi salah satu pengalaman lapangan yang berkaitan dengan tanggung jawabnya saat ini.
Namun, kebakaran di kawasan gambut memiliki karakteristik yang memerlukan perhatian khusus.
Penanganannya tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api di permukaan lahan, tetapi juga membutuhkan pemahaman mengenai tingkat kelembapan gambut dan ketersediaan air.
Selain itu, tata kelola lahan serta aktivitas manusia di kawasan sekitar turut menjadi bagian dari persoalan yang perlu diperhatikan.
Karena itu, upaya pencegahan dan penanganan kebakaran gambut membutuhkan koordinasi antarlembaga serta keterlibatan berbagai disiplin keilmuan.
Sriyanto Dorong Teknologi untuk Deteksi Dini Karhutla
Dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Kepala BPGMN, Sriyanto memberikan perhatian terhadap penggunaan teknologi pemantauan lingkungan.
Menurutnya, sistem yang dikembangkan tidak cukup hanya digunakan untuk melihat atau mencatat kondisi kawasan gambut.
Informasi yang diperoleh harus dapat diolah menjadi dasar untuk mengidentifikasi persoalan, menganalisis keterkaitan berbagai faktor, serta memperkirakan risiko yang mungkin muncul.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penguatan workshop konsolidasi karhutla di Palembang 2026 yang dirancang untuk mengintegrasikan pengalaman penanganan lapangan dengan kemampuan teknologi.