KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah menyiapkan langkah pemulihan ekosistem gambut di empat provinsi yang dinilai memiliki risiko tinggi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berulang.
Upaya ini dilakukan dengan memperbaiki kondisi lahan agar tetap lembap melalui penyekatan kanal, penimbunan saluran air, serta pengembangan lahan menjadi kawasan produktif.
Empat wilayah yang menjadi sasaran awal program tersebut meliputi Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.
Penetapan prioritas didasarkan pada catatan kejadian kebakaran berulang, khususnya di kawasan yang sudah mengalami kebakaran hingga dua atau tiga kali.
Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), Mayjen TNI Sriyanto, menyampaikan bahwa pemerintah telah memetakan wilayah rawan sekaligus menyusun tahapan penanganan bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan BPGMN di Desa Kartika Jaya, Kabupaten Kendal, Jumat (6/11/2026).
"Jadi, secara prinsip yang disampaikan oleh Bapak Kepala tadi kita sudah mulai memetakan. Kita sudah susun prioritas," kata Mayjen TNI Sriyanto.
Ia menjelaskan, penanganan gambut membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), BNPB, hingga BMKG.
Pelaksanaan program pemulihan tersebut direncanakan mulai berlangsung pada pekan berikutnya setelah rencana kegiatan dan koordinasi antarlembaga diselesaikan.
Fokus awal diarahkan pada kawasan yang memiliki catatan kebakaran berulang untuk mengurangi kemungkinan terjadinya karhutla kembali.