Setahun Speling, 88.979 Warga Jateng Sudah Terlayani Dokter Spesialis Keliling

Puluhan Ribu Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Setahun Speling, 88.979 Warga Jateng Sudah Terlayani Dokter Spesialis Keliling
Setahun Speling, 88.979 Warga Jateng Sudah Terlayani Dokter Spesialis Keliling

KONTENSEMARANG.COM — Menjelang satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, program dokter spesialis keliling (Speling) telah menjangkau ratusan desa di berbagai wilayah. Hingga kini, layanan tersebut tercatat sudah dimanfaatkan oleh 88.979 warga.

Program Speling yang diluncurkan pada Maret 2025 itu menjadi salah satu program prioritas pasangan kepala daerah tersebut. Melalui program ini, dokter spesialis mendatangi langsung desa-desa untuk memberikan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara gratis. Dari target 1.278 desa, saat ini layanan telah menjangkau 891 desa di 398 kecamatan.

“Jawa Tengah sudah mendukung penuh tentang cek kesehatan gratis,” kata Ahmad Luthfi saat mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau layanan kesehatan gratis di Puskesmas Pandanaran, Kota Semarang, Selasa, 10 Februari 2026.

Selain pemeriksaan umum, Speling juga menyediakan layanan kesehatan spesifik oleh dokter spesialis. Pemeriksaan meliputi tuberkulosis (TBC), kanker serviks, layanan antenatal care (ANC) untuk ibu hamil, pemeriksaan bagi penyandang disabilitas, hingga layanan kesehatan jiwa.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per 9 Februari 2026 menunjukkan sebanyak 88.979 warga telah memanfaatkan program tersebut. Rinciannya, 11.777 orang mendapatkan layanan ANC, 4.230 orang menjalani skrining kanker serviks, 24.997 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan jiwa, 39.031 orang diperiksa terkait TBC, serta lainnya untuk berbagai penyakit lain.

Dalam pelaksanaannya, Speling juga terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat. Sepanjang 2025, tercatat 13.789.318 warga Jateng memanfaatkan CKG, sedangkan hingga awal Februari 2026 jumlahnya mencapai 1.045.924 orang.

Luthfi menilai tingginya angka partisipasi tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin.

“Program terkait dokter spesialis keliling itu yang menjadi andalan kita sehingga masyarakat desa betul-betul terlayani dengan dokter spesialis. Untuk CKG, Jawa Tengah nomor 1 nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pada 2026, layanan tersebut tidak hanya sebatas pemeriksaan, tetapi juga mencakup pemberian obat secara langsung.

“Obatnya langsung diberikan setelah pemeriksaan. Penyakit seperti darah tinggi dan gula itu yang harus dijaga, jangan dianggap enteng, karena itu bisa menyerang ke organ lainnya termasuk jantung kalau dibiarkan. Itu penting untuk menjaga kita tetap sehat,” ujarnya. (*)