126 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik, Pemkot Semarang Siap Percepat Pembangunan

Agustina lantik 126 pejabat eselon III dan IV di Pemkot Semarang. Ia tegaskan mutasi bebas sogok menyogok dan fokus pada merit sistem.

Aug 23, 2025 - 01:13
Aug 25, 2025 - 01:13
126 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik, Pemkot Semarang Siap Percepat Pembangunan
126 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik, Pemkot Semarang Siap Percepat Pembangunan

KONTENSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Agustina, untuk pertama kalinya sejak dilantik pada 20 Februari 2025, melantik 126 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Acara pelantikan berlangsung di lantai 8 Gedung Balai Kota Semarang pada Jumat (22/8/2025).

Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa proses mutasi dan promosi jabatan kali ini bebas dari praktik gratifikasi maupun sogok-menyogok.

“Saya tegaskan, dalam pengangkatan ini tidak ada uang serupiah pun yang diminta, baik oleh saya maupun Pak Iswar. Semua murni berdasarkan kinerja, kompetensi, integritas, serta kebutuhan organisasi,” ujarnya.

Menurut Agustina, rotasi jabatan dilakukan dengan prinsip merit sistem dan manajemen talenta sesuai bidang keahlian pegawai. Ia mencontohkan, pegawai dengan latar belakang teknik ditempatkan di bidang teknik, begitu pula bidang budaya dan lingkungan. Meski begitu, ia mengakui masih ada beberapa posisi yang belum sesuai secara ideal.

Agustina juga menyebutkan bahwa rotasi dilakukan secara bertahap mengingat masih terdapat sejumlah jabatan strategis yang belum terisi. “Kalau menunggu semua sekaligus terlalu lama, maka kami lakukan bertahap. Prosesnya memang tidak semudah dibayangkan,” jelasnya.

Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugas secara amanah dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, merinci jumlah pejabat yang dilantik, yakni 73 pejabat eselon III, 43 pejabat eselon IV, dan 10 pejabat fungsional. Menurutnya, fokus utama rotasi kali ini adalah mengisi jabatan yang kosong akibat keterlambatan pelantikan.

“Pelantikan baru bisa dilakukan setelah memperoleh perizinan. Dengan ini sebagian besar kekosongan sudah terisi, meski masih ada posisi eselon III di tingkat kelurahan dan kecamatan yang belum terisi,” ungkapnya.

Joko menambahkan, rotasi jabatan juga merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan di Pemkot Semarang. Ia menekankan pentingnya pejabat baru tidak sekadar memegang jabatan, tetapi mampu menjadi pemimpin yang menggerakkan organisasi.

“Harapan saya, mereka mampu mengarahkan dan memaksimalkan seluruh potensi organisasi sesuai dengan visi dan misi pemerintah,” tandasnya.

Pemkot Semarang menargetkan pengisian jabatan lurah dan camat akan dilakukan pada tahap berikutnya, sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan di tingkat wilayah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0