Inklusivitas Imlek Tercermin dalam Pasar Semawis Semarang

Pasar Imlek Semawis 2026 Jadi Simbol Toleransi dan Penggerak Ekonomi di Semarang

Inklusivitas Imlek Tercermin dalam Pasar Semawis Semarang
Inklusivitas Imlek Tercermin dalam Pasar Semawis Semarang

KONTENSEMARANG.COM — Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Semarang semakin menunjukkan wajah inklusif. Tidak hanya diikuti masyarakat etnis Tionghoa, perayaan ini juga diramaikan berbagai kalangan dari beragam etnis di Jawa Tengah maupun daerah lain.

Hal tersebut tampak dalam gelaran Pasar Imlek Semawis 2026 di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Sabtu (14/2/2026) malam. Kegiatan tersebut turut dikunjungi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Pasar Imlek Semawis yang membentang dari Jalan Gang Pinggir hingga Jalan Wotgandul Timur dipadati pedagang dan pengunjung dari berbagai latar belakang. Konsep keberagaman menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan tahun ini, sebagai wujud kebersamaan yang menjaga tradisi tersebut tetap hidup dan berkembang.

Pengurus Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim, mengatakan Pasar Imlek Semawis digelar untuk menghidupkan kembali tradisi masyarakat Semarang dalam menyambut Imlek.

Ia menjelaskan, tradisi belanja malam menjelang Imlek yang dahulu hanya berlangsung satu malam kemudian dikembangkan menjadi perayaan selama tiga hari.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan jajanan pasar, tetapi juga aneka kuliner, produk UMKM, pernak-pernik, hingga pertunjukan budaya dan kegiatan sosial yang mencerminkan keberagaman Kota Semarang.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan tokoh mitologi Tionghoa seperti Sun Go Kong dan Dewi Kwan Im yang dipadukan dengan tokoh wayang Jawa.

Saat pembukaan, panitia juga menyediakan hidangan muslim Tionghoa yang didatangkan dari Xinjiang. Pengunjung turut diimbau mengenakan kebaya sebagai bagian dari semangat pelestarian budaya.

Harjanto menambahkan, kawasan Pecinan Semarang mencerminkan keberagaman layaknya miniatur Indonesia. Ia mencontohkan keberadaan pedagang nasi ayam Bu Pini, warga etnis Jawa yang mampu berkembang dan memiliki ruko di kawasan tersebut.

Kehadiran Wakil Presiden dan Gubernur Jawa Tengah dalam kegiatan itu mendapat sambutan antusias masyarakat. Keduanya berkeliling meninjau tenant dan berinteraksi dengan pengunjung. Wakil Presiden juga terlihat berbelanja dan melayani permintaan foto warga.

Harjanto menyampaikan, Wakil Presiden mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu menggerakkan ekonomi rakyat sekaligus memperkuat nilai keberagaman. Ia juga berpesan agar tradisi Pasar Imlek Semawis terus dijaga dan dilestarikan.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan dukungannya terhadap pelestarian tradisi Imlek di Semarang, termasuk kegiatan yang digelar di Klenteng Sam Poo Kong.

Ia menilai berbagai agenda perayaan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan pariwisata Kota Semarang dan Jawa Tengah, sekaligus memperkuat toleransi dan keberagaman sebagai bagian dari pembangunan daerah. (*)